Tribun Mesuji

Tak Merasa Takut, Pedagang Es Dawet Ini Justru Semringah Saat Polisi Mendatanginya

Ternyata, beberapa polisi yang mendatanginya tersebut bukan untuk menangkapnya, tetapi membeli dagangannya.

Tayang:
Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Endra Zulkarnain
Adi (40), pedagang es dawet di Mesuji terlihat semringah ketika sejumlah polisi mendatanginya, Senin, 11 November 2019. Ternyata, para polisi tersebut datang bukan untuk menangkap melainkan membeli dagangannya. 

Berbagai acara adat khas Jawa juga dihelat di rumah yang terletak tidak jauh dari Kantor Kejaksaan Agung itu, seperti siraman calon mempelai wanita, lempar ayam, serta Midodareni yang berlangsung pada Jumat malam.

Tidak lupa, alunan tembang Jawa yang diiring dengan seperangkat alat gamelannya, terus terdengar di halaman rumah yang disulap menjadi panggung kecil.

Jual Es Dawet

Dalam acara jelang pernikahan putrinya yang berlangsung secara sederhana itu ada prosesi menarik.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso berjualan Es Dawet Ayu di rumah yang menjadi lokasi acara.

Gerobak yang berada di tengah, persis di antara ruang makan dan ruang keluarga itu, Buwas, begitu dia akrab disapa, menjual minuman khas Banjarnegara itu kepada tamu yang hadir.

Tidak ada harga pasti saat menjual minuman. Buwas berseloroh "Seikhlasnya saja, buat anak. He-he-he," kata Buwas seraya diikuti tawa keluarga dan kerabat yang hadir.

Hanya saja, terdapat sebuah kerajinan berupa koin berukuran besar yang terbuat dari tanah liat.

Satu koin dihargai sama dengan satu gelas yang diminum dari tamu undangan.

Beberapa tamu membayar dengan uang asli, beberapa lainnya justru hanya memindahkan koin itu ke dalam sebuah wadah dan mengambil satu gelas untuk segera diminum tanpa membayar sepeserpun.

Hasil 'penjualan' Es Dawet itu sesuai adat Jawa, akan diberikan kepada anak yang akan melangsungkan pernikahan.

Sebagai wujud dari berakhirnya tanggung jawab orang tua kepada anak.

Saat menghitung hasil 'penjualannya' Buwas memberikan koin itu kepada Nindy. Serunya, perhitungan Buwas diakhiri dengan kata "Miliar".

"Satu miliar, dua miliar, tiga miliar....Oke, 64 miliar dari Es Dawet. Ha-ha-ha," dia tertawa lepas.

Sedang Nindy, yang berada di samping Buwas memakai kebaya berwarna merah, terlihat terus tersenyum dan menahan tawa atas perilaku ayahnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved