Tribun Mesuji

Tak Merasa Takut, Pedagang Es Dawet Ini Justru Semringah Saat Polisi Mendatanginya

Ternyata, beberapa polisi yang mendatanginya tersebut bukan untuk menangkapnya, tetapi membeli dagangannya.

Tayang:
Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Endra Zulkarnain
Adi (40), pedagang es dawet di Mesuji terlihat semringah ketika sejumlah polisi mendatanginya, Senin, 11 November 2019. Ternyata, para polisi tersebut datang bukan untuk menangkap melainkan membeli dagangannya. 

Adi mengungkapkan, salah satu motivasinya tetap semangat berjualan es dawet adalah istri dan dua anaknya.

Disinggung pendapatan yang dihasilkan mencukupi kebutuhan hidup keluarganya atau tidak, Adi hanya mengucap syukur.

"Intinya ya selalu bersyukur, pantang menyerah. Apapun pekerjaan yang saya lakoni," ucap Adi.

Ditambahkan, Adi, dirinya mengaku meracik es dawet ini bersama istrinya.

"Segelas cuma 5 ribu. Lumayan, pembeli merasakan kepuasan sendiri," paparnya.

Buwas Jualan Es Dawet di Pernikahan Anaknya

Di sebuah rumah yang terletak di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan menjadi saksi betapa Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso terus mengembangkan senyum dari bibirnya.

Tidak henti, pria yang sedang memakai Beskap (pakaian khas Jawa Tengah) warna pastel dan juga blangkon di kepalanya, menyunggingkan senyum simpul kepada keluarga dan kerabat di kediamannya.

Bukan tanpa sebab, tepat pada Jumat (1/9/2017) sore, Buwas melangsungkan berbagai macam prosesi adat jelang pernikahan anaknya Nindya Nur Prasasti atau yang akrab disapa Nindy itu selama satu hari penuh.

Kepada para tamu yang hadir, mantan Kabareskrim Mabes Polri itu juga sempat mengucapkan terimakasih atas kehadiran dan doa yang sudah diberikan.

"Terimakasih sudah datang, terimakasih sudah mendoakan," ucap Buwas menyalami kerabatnya.

Tidak hanya kepada tamu undangan, Buwas juga melempar senyum kepada anggota polisi yang hadir saat itu dan meminta mereka untuk segera bersantap sore dengan beberapa menu hidangan yang sudah disiapkan.

Berdasar pada buku tamu yang disediakan di depan rumah, terhitung tidak terlalu banyak undangan yang hadir.

Puluhan mangkok makanan di meja makan dengan menu Selat Solo, Lontong Medan dan juga kue-kue yang ada, masih tersisa cukup banyak.

"Iya memang hanya keluarga dan kerabat dekat saja yang hadir," ucap seorang kerabat Buwas di rumah yang sudah didesain untuk acara jelang pernikahan Nindy.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved