Bom di Medan

Data dan Fakta Teror Bom di Polrestabes Medan

Ledakan bom terjadi ketika ramai warga datang ke Mapolrestabes Medan untuk membuat surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).

Tayang:
youtube
Pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MEDAN - Markas polisi lagi-lagi jadi incaran pelaku terorisme.

Kali ini, Polrestabes Medan, Sumatera Utara, di Jalan HM Said, Kota Medan, yang terkena sasaran.

Berikut data dan faktar seputar teror bom di Polrestabes Medan.

6 Korban

Pagi sekitar pukul 07.30 WIB, Rabu (13/12), bom bunuh diri meledak di area parkir komplek mapolrestabes.

Terduga pelakunya teridentifikasi berinisial RMN, usia 24 tahun.

Nama-nama Korban dan Identitas Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Terungkap Kondisi Korban

FAKTA BARU Identitas Pelaku Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan, Bikin Vlog Sindir Pejabat Saat Remaja

Ledakan bom terjadi ketika ramai warga datang ke Mapolrestabes Medan untuk membuat surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).

Pengunjung rata-rata memerlukan SKCK guna melamar Calon Pegawai Negeri Sipil 2019.

Pada saat bersamaan, polisi sedang bersiap melakukan apel siaga.

Lila Mayasari, pengunjung Mapolrestabes Medan, terkejut mendengar ledakan yang begitu keras.

Ia langsung keluar untuk melihat apa yang terjadi.

"Suara ledakannya kuat sekali," katanya dengan napas terengah-engah.

Lila mengungkap ada sekitar 50 orang di dekat lokasi ledakan bom.

Ia melihat asap putih membubung, lalu mendengar teriakan ada bom.

"Ledakan terasa sampai saya seperti terangkat. Pas kejadian, saya lagi nyantai, nunggu panggilan (antre mengurus SKCK). Tiba-tiba seperti terangkat. Saya langsung engeh (menyadari), ini bom," ujar Lila.

"Saya ingat anak, langsung keluar berdesak-desakan dengan yang lain," imbuhnya.

Wakapolda Sumut Brigadir Jenderal Pol Mardiaz Kusin Dwihananto menjelaskan ada enam korban luka dan satu korban tewas, yakni terduga pelaku.

Selain itu, setidaknya dua mobil dinas dan dua truk dinas rusak terkena serpihan ledakan.

"Ada empat polisi, satu PHL (pekerja harian lepas), dan satu warga sekitar," katanya.

Tidak Tamat Sekolah

Dari identifikasi polisi, terduga pelaku bom bunuh diri adalah RMN, warga yang tinggal di Medan.

Teman masa kecil RMN terkejut mendengar pria yang telah menikah itu nekat meledakkan diri.

W, yang tumbuh bersama RMN di wilayah Medan Petisah, mengenal RMN sebagai orang yang berperilaku baik.

Menurutnya, RMN tidak tamat sekolah.

Setelah menikah, sambung W, teman kecilnya itu pindah bersama istrinya ke daerah Medan Marelan.

"Orangnya baik. Dia pernah jadi ketua BKM (Badan Kenaziran Masjid). Nggak nyangka dia berperilaku seperti itu. Mungkin dia terpapar paham radikal bukan di sini," imbuh W.

Pasca Teror Bom di Polrestabes Medan, Begini Pengamanan di Bandar Lampung

Dililitkan di Pinggang

Mabes Polri membenarkan RMN adalah pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.

Itu berdasarkan hasil penyelidikan aparat gabungan di tempat kejadian perkara. Termasuk, pemeriksaan sidik jari oleh tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis).

"Inafis berhasil mengidentifikasi pelaku. Pelaku inisial RMN, usia 24 tahun, lahir di Medan. Statusnya pelajar/mahasiswa," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Pol Dedi Prasetyo.

Dari hasil penyelidikan, Dedi mengungkap RMN meledakkan diri dengan bom yang dipasang di tubuh. Tepatnya, dililitkan di sekitar pinggang dan perut.

Saat masuk ke Mapolrestabes Medan, RMN memakai jaket ojek online. "(Bom) dililitkan di tubuh," ujarnya.

Sementara dari olah TKP, penyidik menemukan sejumlah barang bukti.

Mulai dari baterai hingga paku yang terindikasi merupakan bahan baku peledak.

"Ada baterai 9 volt, kemudian pelat besi metal. Paku cukup banyak, dalam berbagai ukuran," kata Dedi.

Tim gabungan turut mengamankan sejumlah potongan kabel dan tombol switch yang terindikasi merupakan tombol peledak bom.

"Ada beberapa irisan-irisan kabel. Lalu ada beberapa potongan kabel cukup besar. Kemudian, tombol switch on off. Kemudian ada potongan tubuh," ujar Dedi seraya menambahkan tim juga mengambil CCTV yang merekam detik-detik meledaknya bom.

Kemudian dari penggeledahan di rumah kontrakan RMN, polisi menyita beberapa barang.

Di antaranya koper warna hitam, keranjang warna hijau, dan sejumlah anak panah. Ada juga berkas yang terindikasi sebagai daftar hadir undangan.

Mabes Polri memastikan situasi telah kondusif dan meminta masyarakat tenang.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat tetap tenang, khususnya yang ada di Medan, Sumatra Utara. Situasi keamanan secara umum sangat kondusif. Percayakan kepada para petugas kepolisian. Kepolisian bekerja sama dengan seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) terkait akan bekerja sangat keras dalam rangka menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat," jelas Dedi.

Bikin Parodi Jokowi

Masih dari hasil penyelidikan kepolisian, RMN ternyata aktif di media sosial.

Ia pernah membuat video parodi tentang Presiden Joko Widodo di channel YouTube.

Penelusuran Tribun, RMN memiliki akun YouTube dengan nama aslinya.

Ia pernah mengunggah dua video, satu di antaranya video parodi tentang Presiden Jokowi.

Dalam video berdurasi 5 menit tersebut, nama Jokowi diubah menjadi Jokopit.

Jokowi tampak sedang diwawancarai awak media saat meninjau banjir di Jangka, Medan.

Sosok RMN sendiri tidak muncul dalam video yang diunggah pada 2 Maret 2013 itu.

Pada kolom keterangan, RMN yang menyambi berjualan bakso bakar selain menjadi ojol masuk di bagian tim kreatif.

Terkait keaslian akun YouTube RMN, Kabiro Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo belum bisa memastikan. Pihaknya masih melakukan pendalaman.

"Itu semua menjadi rangkaian dari temuan-temuan Densus 88. Itu akan dikaji," ujarnya.

Jangan Takut

Presiden Joko Widodo melalui Juru Bicara Fadjroel Rachman mengutuk aksi teror di Polrestabes Medan.

"Indonesia tidak takut dengan bentuk teror apa pun. Pasti bahu-membahu melawan terorisme. Presiden menyatakan sedih atas korban luka di Mapolrestabes Medan. Beliau mendoakan agar korban lekas sembuh dan segera beraktivitas," kata Fadjroel.

Ia melanjutkan pemerintah menjamin penuh keamanan seluruh masyarakat. Terlebih negara memiliki aparatur keamanan yang siap bekerja menangani aksi-aksi teror.

Di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional "Indonesia Maju" Pemerintah Pusat dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah" di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu pagi, papar dia, Presiden Jokowi tegas meminta aparat keamanan mengusut tuntas pelaku dan jaringannya.

"Sangat penting melindungi 260 juta jiwa. Terorisme akan ditangani kepolisian. Tadi di Sentul, Presiden sudah bertemu Menkopolhukam, Kapolri, Panglima TNI, Kadiv Humas Polri, meminta segera bertindak cepat ‎menyelidiki pelaku dan jaringannya," terang Fadjroel.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengingatkan semua pihak waspada dengan paham radikalisme. "Ini sebuah bukti nyata bahwa kita semua perlu waspada. Persoalan itu tidak bisa dibiarkan," ujarnya.

Terkait keamanan di markas-markas kepolisian, Moeldoko menyatakan Kapolri akan melakukan perbaikan lewat aturan-aturan yang ada.

"Saya pikir nanti Kapolri akan melakukan perbaikan, melihat kembali melalui protap-protap (prosedur tetap) yang ada seperti apa," katanya.

Menurutnya, perlu ada perubahan terkait pengamanan, mengingat aksi penyerangan terhadap markas polisi bukan kali pertama.

"Ini (terkait pengamanan) perlu ada perubahan-perubahan, karena modus yang digunakan juga berubah," ujarnya.

Satu Pelaku Buron

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia Mahfud MD menyebut ada satu terduga pelaku yang masih dalam pengejaran terkait bom bunuh diri di Polrestabes Medan. "Yang satu lagi lari, masih pengejaran," katanya.

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Mengejutkan, Karo Penmas Ungkap Kondisi Keamanan Kantor Polisi

Mahfud MD meminta masyarakat tidak menyebarkan foto maupun video aksi bom bunuh diri tersebut.

"Saya imbau masyarakat nggak usah men-share (menyebar) atau membagikan gambar-gambar yang mengerikan itu. Beritanya saja yang diulas," ujarnya.

Mahfud menjelaskan penyebaran gambar teror justru diinginkan oleh pelaku teror. Ia menambahkan aparat kepolisian sedang mengungkap jaringan pelaku bom bunuh diri tersebut. "Nanti pasti akan terungkap," katanya.(Tribun Network/Tribun Medan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved