Tribun Pringsewu

70 Persen Lahan Perikanan di Pringsewu Terdampak Kemarau Panjang

Kepala Dinas Perikanan Pringsewu Muhammad Yusuf mengatakan, kemarau panjang 2019 ini berpengaruh pada produksi perikanan.

70 Persen Lahan Perikanan di Pringsewu Terdampak Kemarau Panjang
Tribunlampung/Endra
Ilustrasi - Sentra pengembangan budidaya ikan tawar. 70 Persen Lahan Perikanan di Pringsewu Terdampak Kemarau Panjang 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Hanya sebanyak 30 persen lahan perikanan di Kabupaten Pringsewu tidak terpengaruh cuaca.

Artinya, ada sebanyak 70 persen lahan perikanan air tawar di Bumi Jejama Secancanan terdampak kemarau.

Kepala Dinas Perikanan Pringsewu Muhammad Yusuf mengatakan, kemarau panjang 2019 ini berpengaruh pada produksi perikanan.

Sebab, kata dia, sejumlah kolam budidaya mengalami kesulitan pasokan air.

Ditambah adanya perbaikan irigasi Way Tebu Sistem.

"Sangat berpengaruh kemarau, yang tidak terpengaruh hanya 30 persen," ungkap Yusuf.

Dia mengatakan, jenis budidaya ikan yang tidak terpengaruh antara lain lele dan patin.

Karena dua jenis ikan tersebut merupakan ikan yang cukup tahan dengan segala cuaca.

Kendati produksi ikan air tawar menurun, Yusuf mengaku bila Pringsewu masih memasok ikan ke luar daerah.

Menurut dia, itu dari wilayah perikanan yang masih mempunyai sumber pengairan yang baik.

Seperti di Kecamatan Pagelaran.

Salah satu pembudidaya ikan, Bambang mengatakan bila kondisi cuaca saat ini sangat prihatin.

"Sirkulasi air tidak bisa, karena sumber air sangat minim," ungkapnya.

Oleh karena itu lah, menurut dia, produksi menurun karena banyak terdapat kolam yang tidak terisi ikan. (Tribunlampung.co.id/Robertus Didik Budiawan Cahyono)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved