Tribun Bandar Lampung

Balai Karantina Pertanian Musnahkan 1,2 Ton Daging Babi Ilegal

1,2 ton daging celeng tanpa dokumen resmi. Dari total tersebut, 200 kilogram daging celeng berasal dari Spanyol.

Balai Karantina Pertanian Musnahkan 1,2 Ton Daging Babi Ilegal
Tribunlampung.co.id/Deni
1,2 Ton Daging Babi dan Celeng Berpotensi Sebarkan Penyakit ASF Dimusnahkan 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Bandar Lampung menyatakan, pengiriman daging hewan tidak memiliki dokumen pengiriman barang sesuai aturan undang-undang diancam pidana tiga tahun penjara dan denda sebesar Rp 150 juta.

Itu merujuk diamankannya 1,2 ton daging celeng tanpa dokumen resmi. Dari total tersebut, 200 kilogram daging celeng berasal dari Spanyol.

Pedagang atau pengusaha yang melakukan perdagangan daging harus melengkapi dokumentasi sesuai UU No 16 Tahun 1992 dan revisi baru UU No 21 tahun 2019.

Dalam aturan tersebut, pengiriman daging wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

"Lalu untuk skala peternakan, yang perlu dipenuhi pertama aspek kesehatan pemotongan melalui surat keterangan kesehatan hewan, surat keterangan sanitasi peternakan".

Berasal dari Prabumulih-Baturaja, 1.000 Kg Daging Celeng Distop di Bakauheni

"Semua itu untuk pengawasan HPHK Golongan I dan Golongan II, seperti PMK, AI, Sapi Gila, dan paling utama mengantisipasi African Swine Fever (ASF),” ujarnya saat pemusnahan 1,2 ton daging celeng, Jumat (22/11/2019).

ASF dilansir dari Wikipedia adalah penyakit virus babi menular. Gejala paling umum dari virus ini suhu tinggi dan kehilangan nafsu makan pada babi.

Gejala lain termasuk muntah, diare, dan kesulitan bernafas dan berdiri.

Tidak ada pengobatan untuk penyakit ini, bahkan berisiko memiliki tingkat kematian 100 persen dalam keadaan tertentu, tetapi tidak sama dengan flu babi.

Halaman
123
Penulis: hanif mustafa
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved