Bahas Ormas, Peneliti LIPI Hermawan Ungkap Desertasi Jenderal Polisi Soal Ormas Dibiayai Pengusaha
Dalam penelitian itu menyebutkan untuk menghidupi kegiatan ormas yang dianggap tidak penting, mereka dibayari oleh pengusaha-pengusaha secara tidak la
Penulis: Romi Rinando | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Peneliti LIPI, Hermawan Sulistyo mengaku heran dengan keberadaan ratusan ormas yang ada di Indonesia.
"Saya tuh heran ya, empat ratus ribu organisasi kek gitu kerjanya ngapain sih?," kata Hermawan, dikutif dari Talk Show tvOne pada Kamis (28/11/2019).
Awalnya Hermawan Sulistyo berkomentar soal wacana pengelompokan organisasi masyarakat (ormas)
Hermawan Sulistyo bertanya apa yang dikerjakan ratusan ormas selama ini.
Padahal untuk berkumpul dengan sesama mau tidak mau mengeluarkan uang.
Sehingga ia bertanya-tanya dari mana uang didapatkan oleh ormas-ormas itu.
• Ratusan Anggota Ormas Tolak People Power, Dukung TNI Polri Amankan Pemilu
• Keterbukaan Informasi Publik di Lampung Masih Rendah
• Ketua AGPAI Bandar Lampung Hajarman Mencintai Organisasi
"Kenapa? Lo kita ini duduk begini saja ngopi perlu duit ya kan."
"Mana ada kopi gratis? Beli kopinya segala macam itu uangnya dari mana satu," ucapnya.
Menurut Hermawan, ormas-ormas itu justru membuat hidup tak produktif.
Lantas ia menceritakan bagaimana negara lain yang telah maju.
"Yang kedua hidup tidak produktif, kenapa hidup saya kosmopolitan keliling seluruh dunia segala macem."
"Bagaimana negara-negara lain, bangsa-bangsa lain itu semua hidupnya produktif," katanya.
Hermawan juga kemudian menceritakan pengalamannya bertemu seseorang di Brussel, Belgia.
Orang itu mengejek negara Hermawan yang jauh berbeda dengan negara Belgia.
"Sehingga per jam kerja itu saya tersinggung pernah di Brussel dia bilang kenapa hanya buka toko-toko kantor kantor buka kalo winter itu hanya buka dua jam, jam dua sampai jam empat."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pengamat-politik-dari-lembaga-ilmu-pengetahuan-indonesia-lipi.jpg)