Bandar Arisan Online Kabur, Nasib Uang Puluhan Miliar yang Terkumpul Kini di Tangan Siapa?
Saya sampai Rp 1 milliar lebih. Setelah saya hitung masih ada selisih Rp 1,3 milliar
Jika diestimasi dari kerugian yang dialami 300-an member yang ada, lanjut ES dan LS bisa mencapai Rp 20-an miliar.
"Ada yang nyetor Rp 400 juta Rp 700 juta, ada yang Rp 800 juta kebanyakan rata-rata ratusan, dan beberapa seperti ibu (ES) sampai milliaran.
Jadi kalau ditotal ada sekitar Rp 20an milliar semuanya," ungkap LS.
Lebih lanjut, ES menceritakan operandi arisan yang dijalankan KL dan W.
"Jadi satu plot itu seharga Rp 515 ribu sudah masuk biaya adminnya, saya misalnya ambil 140 plot jadi saya setornya Rp 72 juta.
Pengembaliannya itu dia janjikan satu plot dinilai Rp 575 ribu, dikalikan 140 plot yang saya invest jadi total pencariannya ke saya Rp 80,5 juta, jadi dana saya bertambah Rp 8,4 juta dari Rp 72 juta tadi," terangnya.
ES mengungkapkan, dari ratusan member kebanyakan menyetor ratusan juta hingga milliaran rupiah.
Jika diestimasi dari kerugian yang dialami 300-an mber yang ada, lanjut ES dan LS bisa mencapai Rp 20an milliar.
"Ada yang nyetor, Rp 400 juta Rp 700 juta, ada yang Rp 800 juta kebanyakan rata-rata ratusan, dan beberapa seperti ibu (ES) sampai milliaran. Jadi kalau ditotal ada sekitar Rp 20an milliar semuanya," ungkap LS.
Keduanya pun mengaku telah melaporkan kasus itu ke Tim Cyber Polda Sulsel untuk melacak keberadaan KL dan W.
"Kemarin kita sudah datang di Polda di bagian Cybernya untuk melaporkan kejadian ini, dan kita juga sudah didatangi penyidiknya untuk dimintai keterangan," ujar LS dan ES.
Keduanya pun berharap agar Polda Sulsel segera melacak keberadaan KL dan W dengan harapan keduanya ditangkap untuk mempertanggunbjawabkan perbuatannya.
Kabar itu telah sampai di telinga Tim Cyber Polda Sulsel.
Kanit 2 Subdit 5 Cyber Polda Sulsel Kompol Ridwan yang dikonfirmasi perihal kejadian itu, mengungkapkan LS dan ES yang mengaku korban belum melaporkan secara resmi kejadian itu ke polisi.
"Jadi kemarin waktu ibu yang dua itu (LS dan ES) datang itu hanya tanya-tanya biasa, semacam konsultasi ke anggota penyidik. Saya cek laporannya belum ada masuk laporan resminya," kata Kompol Ridwan.