VIDEO Bukit Kunyit Longsor, Warga Malah Anggap Berkah

Gunung Kunyit di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung mengalami longsor siang tadi sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa (3/12/2019).

Penulis: ikhsan dwi nur satrio | Editor: Ridwan Hardiansyah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Gunung Kunyit di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras Bandar Lampung mengalami longsor siang tadi sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa (3/12/2019).

Beredar video berdurasi 9 detik di jejaring sosial media Whatshap yang merekam momen longsornya gunung yang sebagian besar sudah ditambang batunya ini.

Pantauan reporter Tribunlampung.co.id di lokasi, pasca kejadian, nampak aktivitas kuli batu yang tengah mengangkut batu longsoran ke dalam truk pengangkut.

Menurut mereka, Longsornya bukit justru dianggap sebagai sebuah berkah.

Karena saat longsor, akan menghasilkan banyak batu untuk diangkut pembeli menggunakan truk.

Longsornya Gunung Kunyit menambah daftar semakin parahnya kondisi gunung yang rusak di Bandar Lampung akibat aktivitas penambangan.

Detik-detik Mobil Terbakar Saat Isi Bensin di SPBU Metro, Awalnya Motor Jatuh

Seperti halnya di Bukit Sukamenanti, Kecamatan Kedaton beberapa waktu lalu yang juga mengalami longsor akibat digerus penambang pada bagian bawah bukitnya.

Berdasarkan pantauan Tribunlampung.co.id, Selasa (3/12/2019) sore, suasana lokasi Gunung Kunyit saat dikunjungi masih ramai rutinitas pekerja yang sedang melakukan penambangan batu.

Nampak aktivitas kuli batu yang memindahkan batu longsoran ke dalam truk-truk. Setidaknya ada empat truk yang datang ke lokasi dalam kurun waktu kurang dari setengah jam.

"Ya itu hanya aktivitas masyarakat saja, kuli batu mindahin batu untuk diangkut ke truk," terang Wiwin, salah seorang pekerja tambang batu di Gunung Kunyit.

Ia menjelaskan bahwa kondisi longsor yang terjadi memang disengaja. Dimana akibat aktivitas penggali batu yang menggerus gunung pada bagian bawahnya. Penambang batu menyebut dengan istilah "digerong".

). Pengerjaannya manual dan sudah puluhan tahun seperti itu pengerjaannya. Setelah digerong butuh waktu tiga sampai empat bulanan untuk bisa longsor," ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya tersebut memang sebagian mencari nafkah menambang batu.

"Hampir 80 persen warga bekerja di sini. Saat menggerong gunung juga tidak bisa sembarang. Karena ketika kira-kira longsor kami sudah tahu lihat dari gerakannya," jelasnya.

Saat longsor seperti ini, setidaknya penambang bisa mendapatkan hingga 30 truk batu siap angkut.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved