VIDEO Bukit Kunyit Longsor, Warga Malah Anggap Berkah

Gunung Kunyit di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung mengalami longsor siang tadi sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa (3/12/2019).

Penulis: ikhsan dwi nur satrio | Editor: Ridwan Hardiansyah

Penghasilan sebagai pekerja tambang batu, sambungnya, tentunya tidak tentu karena tergantung dari pemesanan.

"Kalau hitungannya sekitar Rp80-90 ribu perorangnya untuk yang tukang muat. Kalau tukang gali sampai Rp100-Rp200 ribuan," pungkasnya.

Selain Wiwin, ada juga kuli batu Arif Hidayat yang menggantungkan hidup dari aktivitas penambangan batu di Gunung Kunyit.

Diakuinya, dia telah bekerja sebagai kuli batu sudah sekitar 20 tahunan.

"Sudah lama saya kerja di sini, lahir sampai setengah 6 sore, buat kebutuhan sehari-hari, anak saya dua," beber pria 42 tahun itu.

Saat sepi pembeli dan kondisi batu yang tersedia minim, dirinya tak jarang hanya membawa pulang uang Rp 25 ribu satu harian.

Warga Jakarta Ditembaki Maling Motor Asal Lampung, Korban Ambruk Saat Sadar Tertembus 3 Peluru

"Ya memang setau saya nggak boleh lagi nambang di sini. Tapi mau gimana lagi kebutuhan," ungkapnya.

Menurutnya saat ada truk datang kuli dan penambang batu mendapatkan 250 ribu per truk. Jatahnya 130 ribu untuk penambang batu dan 120ribu untuk kuli batunya.

"Ya kalau satu truk datang itu dikeroyok empat orang, uang Rp 120 ribu dibagi empat (kuli batu). Sehari bisa dapat 11 sampai 30 truk pas ramai," beber dia.(Tribunlampung.co.id/Sulis Setia M)

Videografer Tribunlampung.co.id/Ikhsan Dwi Nur Satrio

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved