Tribun Bandar Lampung

Beredar Anggur Impor Diduga Berformalin, Ini Kata Kadis Pangan Bandar Lampung

I Kadek Sumarta mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir dengan hal tersebut karena aman dikonsumsi.

Beredar Anggur Impor Diduga Berformalin, Ini Kata Kadis Pangan Bandar Lampung
WartaKota
Ilustrasi - Beredar Anggur Impor Diduga Berformalin, Ini Kata Kadis Pangan Bandar Lampung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kepala Dinas Pangan Bandar Lampung I Kadek Sumarta memastikan jika anggur impor yang dijual di pasaran tidak mengandung formalin maupun boraks.

Ini terkait dugaan adanya kandungan formalin pada anggur impor yang dijual di pasaran.

I Kadek Sumarta mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir dengan hal tersebut karena aman dikonsumsi.

Pihaknya bersama BBPOM Bandar Lampung sudah melaksanakan pengecekan ke lapangan di beberapa titik penjualan anggur impor ini seperti di PKOR Way Halim, Way Kandis, Panjang, dan Bypass.

"Kita sudah turun dengan BBPOM dan hasilnya negatif tidak mengandung formalin. Hanya saja mengandung residu pestisida," terang I Kadek Sumarta, Minggu (8/12/2019).

Residu pestisida sendiri merupakan lapisan dari lilin atau puntupar di mana fungsinya melapisi kulit buah agar lebih tahan dari proses pembusukan akibat mikroorganisme.

BBPOM Bandar Lampung Gandeng Stekholder Berantas Obat dan Makanan Ilegal

"Jadi tidak ada mengandung formalin, boraks dan lain sebagainya. Sehingga relatif aman untuk dikonsumsi," tegas I Kadek Sumarta.

I Kadek Sumarta mengimbau masyarakat untuk mencuci anggur tersebut dengan air segar yang mengalir ketika akan dikonsumsi.

Pastikan bersih dari residu terlebih dahulu agar aman dikonsumsi.

BBPOM Bandar Lampung Tunggu Hasil Uji Laboratorium Minuman Semprot yang Diduga Meracuni Siswa

"Jangan dikobokan, tapi airnya harus mengalir. Agar lapisan-lapisan yang lengket di kulit menjadi lepas," papar I Kadek Sumarta.

I Kadek Sumarta menambahkan, kemungkinan besar itu anggur impor karena adanya tulisan pada kemasan produk yakni tulisan berbahasa China.

"Kita tanya pedagangnya gak ngerti dia dari mana, tapi tulisannya, tulisan China," tandas I Kadek Sumarta.(Tribunlampung.co.id/Sulis Setia M)

Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved