Pria Bunuh Diri di Room Karaoke, Bakar Diri Setelah Tuang Isi Plastik Hitam
Seorang pria diduga bunuh diri di dalam ruang atau room karaoke di Batam. Dugaan bunuh diri dengan Bakar Diri tersebut
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seorang pria diduga bunuh diri di dalam ruang atau room karaoke di Batam.
Dugaan bunuh diri dengan Bakar Diri tersebut berdasarkan keterangan para saksi dan rekaman CCTV.
Korban bernama Tan Sui Peng alias Apeng (57).
Ia tewas terbakar di dalam ruang VIP Hawaii Karaoke yang berada di Komplek Marina Business Centre, Blok B No 10, Batu Selicin, Kecamatan Lubuk Baja, Batam, Kepulauan Riau.
Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo mengatakan, Apeng tewas diduga karena bunuh diri.
Hal itu berdasarkan keterangan para saksi dan rekaman CCTV.
Pras, begitu sapaan akrabnya, mengatakan, berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, Apeng melakukan aksi Bakar Diri di room karaoke.
Aksinya tersebut dilakukan di Hawaii Karaoke sekitar pukul 23.30 WIB, Senin (2/12/2019).
• Penyebab Pengusaha Surabaya Bunuh Diri di Galaxy Mall
"Saat itu, Apeng bertemu dengan pekerja Hawaii Karaoke dan mengatakan ingin bertemu dengan Irwan (pemilik Hawaii Karaoke) untuk meminjam uang."
"Dan saat itu, Irwan telah meminta Apeng untuk ke rumahnya," kata Prasetyo Rachmat Purboyo di Polsek Lubuk Baja, Senin (9/12/2019).
Tidak berselang lama, Apeng pergi ke Hawaii Karaoke mengendarai motor.
Ia mengambil satu kantong plastik hitam.
Apeng lalu membawa kantong plastik hitam tersebut masuk ke ruang operator Hawaii Karaoke.
Dari rekaman CCTV, tidak ada orang lain yang masuk ke ruangan operator selain Apeng.
Saat itu, seorang pekerja melihat Apeng menyiram alat-alat operator dan dirinya.
Pekerja tersebut sedang berada di depan ruangan operator.
Setelah menyiram, Apeng lalu menyulutkan api.
Akibat kebakaran itu, Apeng mengalami luka bakar 80 persen di belakang tubuh.
Nyawanya pun tak tertolong.
"Semua keterangan ini berdasarkan CCTV dan keterangan saksi yang saling mendukung."
"Ini fakta yang kami temukan di lapangan, dan belum kami temukan unsur tindak pidana," tegasnya.
Pengusaha bunuh diri
Sebelumnya, seorang pengusaha bunuh diri di Surabaya.
Edwin, pengusaha Surabaya nekat bunuh diri terjun dari lantai IV Galaxy Mall 3, Mulyorejo, Surabaya, Selasa (2/12/2019).
Perbuatan nekat pemilik toko perlengkapan bayi ini diduga dipicu karena depresi.
Hal ini terungkap setelah polisi mendengar kesaksian istri Edwin.
Sore hari, lanjut Enny, mereka sempat pergi membawa mobil Daihatsu Xenia warna putih .
Rencananya mereka hendak menghabiskan waktu bersama dengan berjalan-jalan ke tempat hiburan.
"Awalnya mereka ingin jalan jalan berdua dengan anaknya. Tidak sampai ke mall, tapi masih di jalan, suaminya ada perubahan, kok diem gak bicara," katanya pada awakmedia, Rabu (4/12/2019) dini hari.
Namun tak disangka selama di perjalanan, Edwin tampak tak serius mengendarai mobil yang ditumpanginya.
"Pada nyetir itu, kok gigi satu aja (persneling), istrinya bilang 'saya aja yang nyertir'. Tapi suaminya enggak menghiraukan," ujarnya.
Lantaran keanehan tersebut dinilai begitu membahayakan, ungkap Enny, sang istri meminta suaminya menghentikan mobil agar dirinya dan anak semata wayangnya bisa kembali pulang.
"Nah istrinya takut bahaya, kan bawa anaknya, istrinya minta turun lalu pulang," tuturnya.
Tak disangka insiden kecil tersebut menjadi momen terakhir dari sang istri berkomunikasi dengan Edwin.
Hingga kabar tentang insiden seorang pria tak dikenal tewas usai melompat dari lantai empat Gallaxy Mall itu beredar viral memenuhi lini masa dinding halaman media sosial, sang istri tak pernah berfikiran bahwa pria bernasib nahas itu adalah suaminya.
Namun saat sang istri ditemani kedua orangtuanya berupaya memastikan kebenaran itu ke lokasi kejadian, tangisannya pun pecah.
Dalam waktu yang cukup lama, perempuan dengan panjang rambut sebahu itu, menangis seraya menutupi wajah dengan kedua telapak tangannya.
Menurut Enny, korban ternyata memasuki Galaxy Mall 1 sekitar pukul 19.30 WIB, hal itu ditengarai dari keterangan waktu yang tertera pada mesin loket parkir mobil di Basement Galaxy Mall 1.
"Jadi habis parkir lalu jalan jalan dulu ke lantai 4," ungkapnya.
Enny menduga, korban nekat mengakhiri hidup dengan cara tragis semacam itu akibat kondisi psikis korban yang sedang depresi.
Kepada polisi, istri korban menceritakan bahwa korban mengalami perubahan perilaku yang cenderung aneh beberapa bulan belakangan.
Entah apa penyebabnya, ungkap Enny, yang jelas sang istri merasa terpukul dengan aksi nekat sang suami.
"Dari awal sudah disampaikan sama istrinya, bahwa korhan ada sedikt depresi. Dalam bulan-bulan ini emang agak lebih parah dari biasanya," pungkasnya.
Enny mengaku belum bisa memastikan apa yang menyebabkan korban mengalami depresi hingga memilih mengakhiri hidup dengan demikian.
Pasalnya istri korban diketahui masih mengalami shock sehingga belum bisa dimintai seluk beluk keterangan perihal insiden yang dialami mendiang suaminya.
• Pilot Baru Nikah Bunuh Diri, Diduga karena Denda Rp 7 Miliar Akibat Cuti Nikah Lebihi Jatah
"Kami belum mendalami, karena istrinya masih shok, semua keluarganya sudah ke RSU Dr Soetomo," terangnya.
Kendati begitu, melihat data-data penyelidikan awal yang sudah dihimpunnya, ungkap Enny, diduga korban telah merencanakan aksi nekatnya.
"Kemungkinan seperti itu, karena kendaraannya diparkir di basement Galaxy Mall 1 sekitar pukul 19.30 karcis parkirnya masuk jam segitu," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Apeng Tewas Terbakar di Hawaii Karaoke, Polisi Duga Bunuh Diri
Di Batam, seorang pria diduga bunuh diri di dalam ruang atau room karaoke di Batam, dengan cara Bakar Diri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pria-bunuh-diri-di-room-karaoke-bakar-diri-setelah-tuang-isi-plastik-hitam.jpg)