3 Petani Tewas Diterkam Harimau, Sang Istri Hanya Bisa Menyaksikan

Akhirnya, istri korban dan para saksi memilih bertahan di pondok sambil menunggu harimau pergi dari lokasi.

Tayang:
Editor: taryono
3 Petani Tewas Diterkam Harimau, Sang Istri Hanya Bisa Menyaksikan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seorang petani kopi di Muara Enim, Sumatera Selatan, tewas diterkam harimau di kawasan hutan lindung di Dusun Rekimai, Kamis (12/12/2019) malam.

Korban Mustadi (52), petani asal Kabupaten Lahat, tewas dengan luka parah di bagian dada dan leher.

Menurut keterangan petugas, istri korban sempat berteriak saat seekor harimau mendekat ke korban.

Namun, harimau tersebut dengan cepat menerkam Mustadi yang tengah mengambil pukat burung.

"Informasi yang kami dapat serangan terjadi pada Kamis malam tadi, lokasinya masih berada di dalam hutan lindung," ujar Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Lahat Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Sumsel, Martialis Puspito, saat dihubungi dari Palembang, Jumat.

Martialis menambahkan, istri dan sejumlah saksi segera lari ke dalam pondok untuk menyelamatkan diri.

Beberapa saat kemudian saksi mencoba mengevakuasi korban.

Namun, harimau tersebut justru mendekat kembali.

Sempat Teriak Ada Harimau sebelum Diterkam, Nyawa Mustadi Tak Tertolong

Akhirnya, istri korban dan para saksi memilih bertahan di pondok sambil menunggu harimau pergi dari lokasi.

"Istrinya tertahan di dalam pondok sampai malam tadi bisa dievakuasi, jenazah korban sudah diserahkan ke keluarga," ujar Martialis.

Konflik diduga akibat perburuan babi hutan

Martialis menjelaskan, konflik harimau dan manusia yang terjadi di tiga wilayah Sumatera Selatan yakni kota Pagaralam, Lahat dan Muara Enim disebabkan beberapa faktor.

Salah satunya adalah maraknya perburuan rantai makanan harimau yang ada di wilayah tersebut.

Hal tersebut membuat satwa liar itu kesulitan untuk mencari mangsa.

Dirinya menjelaskan, pada 2016 lalu, mereka menemukan sebanyak tujuh kepala kambing hutan di wilayah tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved