Terekam CCTV, Remaja 14 Tahun Nekat Rampok Minimarket, Ternyata karena Kecanduan Judi Online

Tiga orang Remaja berusia 14 tahun dan 18 tahun menjadi dalang dari aksi Perampokan yang sempat terekam kamera pengintai alias CCTV itu.

grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Terekam CCTV, Remaja 14 Tahun Nekat Rampok Minimarket, Ternyata karena Kecanduan Judi Online. 

Ketiga pelaku ini berinisial FD (18 tahun), IP (14), dan MBS (14).

Namun, kata Gozali, yang sangat kecanduan judi online ini adalah IP.

"IP ini, walaupun masih 14 tahun, ya otaknya seperti orang dewasa lah ya," ucap Gozali, saat dimintai keterangan oleh Wartawan, di kantor Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/12/2019).

Menurut pengakuan IP, rencana Perampokan ini dipikirkan selama dua hari.

"Merencakan aksi ini selama dua hari. Tiba-tiba saya punya pikiran kayak begitu saja," kata IP, pada tempat dan waktu yang sama.

Lebih lanjut, IP mengatakan hasil yang diraih dari Perampokan di Minimarket tersebut senilai Rp 14.129.900.

"Uang ini buat dibagi-bagi bertiga, bagi rata. Kalau niat saya sendiri sih buat beli handphone dan buat jajan-jajan," kata dia.

IP pun mengatakan kecanduan judi online.

"Main judi online baru dua bulan. Pernah menang, (cuma banyaknya kalah). Jadi ketagihan (karena masih penasaran)," ujar IP.

Sekali menang judi online, IP mendapat Rp 200 hingga 300 ribu.

"Sekali menang Rp 200-300 ribu. Biasa mainnya di warnet. Ini beli handphone buat main judi online, mungkin," kata IP.

FD Pura-pura Lapor Polisi

Kapolsek Metro Menteng, Kompol Guntur Muhamad, menuturkan FD bekerja sebagai pegawai di Minimarket tersebut.

Kemudian, IP dan MBS melakukan aksinya sekira pukul 04.00 WIB pada Minggu (22/12/2019).

Aksi mereka pun terekam kamera CCTV. IP dan MBS terlihat memegang tubuh FD seolah sedang menyandera.

Lalu, sekira pukul 05.30 WIB, FD mendatangi Polsek Metro Menteng dan melaporkan ihwal Perampokan yang dialaminya.

Saat itu, FD masih mengenakan pakaian khas pegawai Minimarket.

Pada laporannya, FD mengatakan telah dianiaya dan dirampok IP-MBS dengan merugi uang tunai Rp 14.129.900.

"Dia (FD) datang ke Polsek Metro Menteng dan melaporkan kejadian pencurian dengan kekerasan terhadap dirinya selaku karyawan Circle K," ujar Guntur, saat konferensi pers di kantor Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/12/2019).

"Sehingga uang Rp 14.129.900 diambil kedua tersangka (sesuai dengan CCTV) dengan cara menodongkan pisau," sambungnya.

Selanjutnya, jajaran Polsek Metro Menteng pun segera melakukan penyelidikan.

Dari kejadian tersebut, menurut Guntur, hanya rekayasa belaka yang dilakukan FD.

"Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa kejadian tersebut hanya rekayasa," kata Guntur.

"Kejadian yang sebenarnya adalah FD bekerja sama dengan IP alias Apoy dan MBS, untuk melakukan pencurian terhadap uang milik Circle K tersebut diatas," lanjutnya.

Kemudian, pada hari yang sama sekira pukul 17.30 WIB, penyidik Subnit II dan Tim Buser Polsek Metro Menteng dibawah pimpinan Kanit Reskrim, AKP Gozali Luhulima, berhasil melakukan penangkapan terhadap para pelaku, di Rumah Susun kawasan Jakarta Timur.

Sementara itu, kata Gozali, dari Rp 14.129.900 ini telah digunakan senilai Rp 3 jutaan guna membeli dua unit ponsel oleh pelaku.

"Tiga jutaannya itu, mereka ngaku sudah membelikan dua handphone. Jadi sisa uang yang kami amankan sekira Rp 11 jutaan," ucap Gozali.

Pegawai ikut terlibat

Sebuah Minimarket di Jalan Cisadane, Cikini, Jakarta Pusat, dibobol pegawainya sendiri berinisial FD (18).

Turut berkomplot dengan FD adalah dua rekannya yang masih di bawah umur, yakni IP (14) dan MBS (14).

Keduanya pada Minggu (22/12/2019) pukul 04.00 WIB pura-pura menjadi perampok yang menggasak uang dari kasir Minimarket tempat FD selama ini bekerja.

Gerak-gerik mereka seolah-olah menyandera FD tertangkap kamera pengawas di dalam Minimarket tersebut.

Kapolsek Metro Menteng, Kompol Guntur Muhamad, membenarkan pihaknya telah menciduk ketiganya di rumah susun di Jakarta Timur,

Ketiganya selama ini tinggal di sana.

"Mereka berhasil diamankan kemarin atau Minggu 22 Desember 2019," ucap Guntur saat dihubungi pada Senin (23/12/2019) malam.

Setelah dirampok, tepatnya pukul 05.30 WIB, FD yang masih memakai seragam Minimarket mendatangi Polsek Metro Menteng.

Ia menceritakan apa yang baru saja dialaminya.

FD mengaku dianiaya oleh IP dan MBS dan keduanya juga merampok uang Rp 14.129.900 dari kasir.

"Ia melaporkan kejadian pencurian dengan kekerasan terhadap dirinya selaku karyawan," ujar Guntur di Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/12/2019).

"Sehingga uang Rp 14.129.900 diambil kedua tersangka (sesuai dengan CCTV) dengan cara menodongkan pisau," sambungnya.

Selanjutnya, jajaran Polsek Metro Menteng pun segera menyelidiki kasus ini.

Ternyata kasus Perampokan ini hanya rekayasa.

"Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa kejadian tersebut hanya rekayasa," kata Guntur.

"Kejadian yang sebenarnya adalah FD bekerja sama dengan IP alias Apoy dan MBS untuk mencuri uang Minimarket," lanjutnya.

Pada hari yang sama sekira pukul 17.30 WIB polisi menyelidiki kasus ini.

Penyidik Subnit II dan Tim Buser Polsek Metro Menteng di bawah pimpinan Kanit Reskrim AKP Gozali Luhulima bergerak dan menangkap para pelaku.

Beberapa barang bukti dari tangan para pelaku pun berhasil diamankan.

Di antaranya uang tunai Rp 11.450 juta, dua unit ponsel, jaket hitam, celana biru, sepasang sepatu.

Ada juga tas selempang, dan sepeda motor Honda Karisma bernomor polisi B 6063 TBP.

Kecanduan Judi Online

Kanit Reskrim Polsek Metro Menteng AKP Gozali Luhulima, menyatakan tiga pelaku Perampokan Minimarket kecanduan judi online.

"Dari hasil pemeriksaan, para pelaku ini kecanduan judi online," ucap Gozali.

Menurut Gozali, ide Perampokan ini muncul dari IP.

"IP ini walaupun masih 14 tahun, ya otaknya seperti orang dewasa ya," ucap Gozali.

Pelaku yang masih di bawah umur ini butuh dua hari memikirkan Perampokan ini.

"Merencakan aksi ini selama dua hari. Tiba-tiba saya punya pikiran kayak begitu saja," kata IP saat konferensi pers.

Hasil merampok Minimarket senilai Rp 14.129.900, kata IP, dibagi rata.

"Uang ini buat dibagi-bagi bertiga, bagi rata," ungkap IP.

"Kalau niat saya sendiri sih buat beli handphone dan buat jajan-jajan," kata dia.

IP mengaku kecanduan judi online sehingga merekayasa Perampokan.

"Main judi online baru dua bulan. Pernah menang, cuma banyaknya kalah."

"Jadi ketagihan karena masih penasaran," ujar IP.

Sekali menang judi online, IP mendapat Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu.

"Sekali menang Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu. Biasa mainnya di warnet."

"Ini beli handphone buat main judi online, mungkin," kata IP.

Akibat perbuatannya, kata Guntur, ketiga pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan kekerasan. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul: Tiga Perampok di Kawasan Cikini Berkomplot dengan Pegawai Minimarket, Aksi Kekerasan Cuma Akting dan Sering Kalah Main Judi Online, 3 Remaja Nekat Rampok Minimarket di Cikini & Rekayasa Kejadiannya

Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved