Breaking News:

2 Warga OKU Tertangkap Basah Bawa Kayu Ilegal asal Register 39

Tekab 308 dan Polhut berkoordinasi untuk melakukan pencegatan dengan menggelar razia di Jalinbar ruas Pekon Batu Keramat.

Penulis: Tri Yulianto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Dok Polres Tanggamus
Tekab 308 Polres Tanggamus bersama polisi hutan mengamankan truk berisi kayu ilegal di Jalinbar ruas Pekon Batu Keramat, Kecamatan Kota Agung Timur, Selasa (24/12/2019) dini hari. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Tekab 308 Polres Tanggamus bersama polisi hutan mengamankan dua pelaku illegal logging dari Register 39.

Kasatreskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas menuturkan, keduanya tertangkap basah membawa kayu ilegal di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) ruas Pekon Batu Keramat, Kecamatan Kota Agung Timur, Selasa (24/12/2019) dini hari.

Keduanya berinisial AI (24), warga Desa Sidorejo, Kecamatan Belitang Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan selaku sopir, dan SU (49), warga BK 09, Desa Sidodadi, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, selaku kernet.

"Pelaku ditangkap saat sedang membawa kayu sonokeling diduga hasil illegal logging," terang Edi, Kamis (26/12/2019).

Edi mengatakan, untuk sementara baru AI yang menjadi tersangka.

Geram dengan Aksi Pembalakan Liar, Warga Pesawaran Bakar Mobil dan Kayu Sonokeling

1 Tersangka Ditangkap, Polisi Buru 4 Pelaku Illegal Logging di Register 39

Edi menjelaskan, penangkapan bermula dari informasi ada sebuah truk Mitsubishi Cantre nopol BG 8335 LY warna kuning memuat kayu di daerah Blok 10 Register 39, yang berbatasan dengan Kecamatan Bandar Negeri Semong.

Tekab 308 dan Polhut berkoordinasi untuk melakukan pencegatan dengan menggelar razia di Jalinbar ruas Pekon Batu Keramat.

Saat truk melintas, petugas mendapati kayu sonokeling yang telah dibentuk jadi balok kaleng (balken) dengan jumlah total sekitar lima kubik.

AI dan SU tidak bisa menunjukkan dokumen kayu tersebut, sehingga dibawa ke Polres Tanggamus untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Edi menjelaskan, kayu tersebut yang akan dibawa ke luar Tanggamus.

"Siapa-siapa orangnya masih kami kejar. Kami masih kembangkan lagi," terang Edi.

Untuk mengangkut kayu tersebut, AI mengaku diupah lebih dari Rp 5 juta.

AI akan diancam pasal 83 ayat 1 huruf B jo pasal 12 huruf E dan atau pasal 88 ayat 1 huruf A jo pasal 16 UU No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Ancaman hukuman minimal satu tahun dan paling lama lima tahun, serta denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar. (tribunlampung.co.id/tri yulianto) 

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved