Longsor di Bandar Lampung
Supiah Hanya Bisa Menangis Rumah Warisan Suaminya Rata dengan Tanah
Supiah (55) hanya bisa menangis dan meratapi rumah yang sudah rata dengan tanah. Longsor membuat semua barang berharga miliknya luder tak tersisa.
Penulis: hanif mustafa | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Supiah (55) hanya bisa menangis dan meratapi rumah yang sudah rata dengan tanah.
Rumah warisan suaminya itu hancur akibat tertimpa tembok dan lumpur dalam musibah longsor yang terjadi di Jalan H Sohari, RT 14 Lingkungan II Kampung Sukamanjur, Kelurahan Bumi Kedamaian, Kedamaian, Bandar Lampung, Sabtu (28/12/2019) malam.
Supiah menuturkan, saat kejadian ia tengah berada di rumah kakaknya.
"Saya lagi di luar. Pas roboh itu cuma ada anak saya," tutur Supiah, Minggu (29/12/2019).
Longsor membuat semua barang berharga miliknya luder tak tersisa.
• Cerita Suhendri Tertimpa Tembok, Tak Ada yang Dengar Suara Teriakannya
• Yanto Beberkan Detik-detik Tembok 3 Meter Timpa 3 Rumah di Kedamaian
"TV, kulkas, semua habis. Gak tahu nantinya ini," kata Supiah sembari menangis.
Supiah menjelaskan, tembok tersebut adalah gudang milik CV Bumi Waras.
"Jadi memang gak ada salurannya. Air itu mancur dari sela-sela fondasi. Jadi itungan menit ambrol pas ujan deras. Gak kuat nampung air," tandasnya.
Supiah mengatakan, pihak kelurahan dan BPBD Bandar Lampung sudah meninjau lokasi longsor.
"Yah kalau tidur nanti gak tahu ke mana. Mungkin di sini dulu (rumah kerabatnya)," tutupnya.
Hujan lebat yang berlangsung pada Sabtu (28/12/2019) malam mengakibatkan longsor di Kampung Sukamanjur, Kelurahan Bumi Kedamaian, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung.
Dalam musibah itu, tiga bangunan rumah warga hancur karena tertimpa fondasi pagar.
Peristiwa itu terjadi di Jalan H Sohari, RT 14 Lingkungan II Kampung Sukamanjur, Kelurahan Bumi Kedamaian, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung.
Dari informasi yang diterima Tribunlampung.co.id, Minggu (29/12/2019), selain tiga rumah rusak tertimbun tanah, longsor juga membuat empat sepeda motor rusak. (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)