Pertama dalam Sejarah, Bandara Halim Perdanakusuma Terendam Banjir, Kepala BNPB Sebut Karena Ini

Untuk pertama kalinya dalam sejarah bencana Banjir di Indonesia, Bandara Halim Perdanakusuma terendam genangan air alias banjir.

Dokumentasi Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub
Pertama dalam Sejarah, Bandara Halim Perdanakusuma Terendam Banjir, Kepala BNPB Sebut Karena Ini. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Untuk pertama kalinya dalam sejarah bencana Banjir di Indonesia, Bandara Halim Perdanakusuma terendam genangan air alias banjir.

Bahkan, genangan air yang merendam Bandara yang juga pangkalan militer TNI AU itu, sempat membuat beberapa penerbangan ditiadakan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo menyebutkan, Banjir di Jakarta mencatatkan rekor baru.

Sebab, baru kali pertama dalam sejarah, Bandara Halim Perdanakusuma yang juga pangkalan militer TNI AU, terdampak Banjir.

Hal itu ia ungkapkan saat meninjau penanganan pasca-Banjir di Gudang BNPB Pondok Gede, Jatiasih, Bekasi, Sabtu (4/1/2020).

Atlet Pencak Silat Peraih Emas Kena Bacok saat Duel dengan 2 Perampok, Satu Perampok Takluk

Viral Aksi Santuy Warga di Tengah Banjir, Wanita Cantik Naik Ban Bebek Sampai Warga Asyik Mancing

Kisah Korban Banjir Jakarta: Mengungsi ke Halte Bus, 3 Hari Cuma Makan Gorengan

"Belum pernah dalam sejarah itu Bandara Halim Perdanakusuma yang juga merupakan pangkalan militer, pangkalan TNI AU itu mengalami Banjir, baru pertama," kata Doni Monardo.

Doni Monardo menuturkan, hal tersebut tidak terlepas dari intensitas hujan di Jakarta yang sangat tinggi sejak awal tahun 2020.

Doni Monardo bilang, curah hujan di ibu kota berada di atas rata-rata.

"Curah hujan yang sangat tinggi di Jakarta Timur termasuk Bekasi dan Depok itu curah hujannya di atas 300 mm."

"Di Halim Perdanakusuma itu, ternyata oleh BMKG curah hujan mencapai rekor tertinggi, yaitu 377 mm per hari," ungkap Doni Monardo.

Oleh sebab itu, kata Doni Monardo, curah hujan yang tinggi menjadi faktor utama Banjirnya daerah yang sebelumnya tidak pernah terdampak.

Di daerah lain, juga ada disebabkan pengalihan lahan hijau.

"Kita menyadari bahwa curah hujan itu adalah faktor yang paling utama."

Halaman
1234
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved