Tribun Bandar Lampung
Lihat yang Dilakukan Warga untuk Antisipasi Banjir, Rahmat: Kalau Nunggu Pemerintah Lama!
Demi mengantisipasi Banjir, warga Jalan Urip Sumoharjo Gang Burhan RT 12 Way Halim, Bandar Lampung, bergotong royong meninggikan badan jalan.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Noval Andriansyah
Wali Kota Bandar Lampung Herman HN melakukan pengecekan drainase di Jalan Pulau Legundi Sukarame.
Herman HN beserta rombongan yang baru saja tiba di lokasi depan toko kue Amor langsung disambut warga sekitar.
Yudis warga Pulau Legundi Jumat (3/1/2020) mengatakan jika sudah diguyur hujan sekitar satu jam lamanya pasti jalan ini akan tergenang.
Tinggi air bisa mencapai sekitar selutut orang dewasa.
"Jadi dirainase ini di bawah ini air tidak mengalir, makanya macet hingga meluap keatas," terangnya.
Dengan jarak kemacetan tersebut sekitar 500 meter dan banyak kendaraan terutama motor jika melintas di sini saat hujan turun pasti akan mati.
Sontak mendengar keluhan warga yang mengadu kepada Wali Kota, orang nomor satu di kota tapis berseri ini langsung memerintahkan untuk petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk mengecek.
Lalu tak lama kemudian sekitar 10 petugas DPU langsung datang untuk mengeruk drainase yang penuh dengan sampah.
Kemudian direncanakan akan membongkar drainase yang tersumbat tersebut untuk dialiri ke jalur yang lainnya.
Wali Kota Herman HN mengatakan akan membuat jalur lainnya untuk membuang aliran air yang tersumbat.
"Jadi akan dialihkan saluran air tersebut kejalur yang lainnya, karena air tersebut menggenang saat hujan," katanya
Langsung petugas dikerahkan dan berharap beberapa hari kedepan aliran air tersebut sudah bisa digunakan.
Lalu pada saat hujan turun tidak akan ada lagi genangan di sekitar daerah tersebut.
Drainase Tertutup Sebabkan Banjir
Saluran drainase di samping Pos Lantas simpang Golf ditutup diduga menjadi pemicu terendamnya 2 rumah warga Jalan Soekarno Hata RT 13 Kelurahan Way Halim Permai, Kecamatan Way Halim.
Meski dikenal sebagai areal rawan Banjir, namun hujan pada Jumat (6/12) malam sekitar pukul 23.00 WIB menyebabkan air yang masuk ke dalam rumah setinggi dada orang dewasa.