Banjir di Tanggamus
Puluhan Rumah Kemasukan Lumpur, Akses Jalinbar Sudah Terbuka
Dusun Banding Agung, Pekon Way Kerap, Kecamatan Semaka, Tanggamus mengalami dampak banjir terparah.
Penulis: Tri Yulianto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Kini permukaan air sudah sama dengan permukaan tanah.
"Habis ini kalau ada air gede lagi langsung banjir rumah-rumah di sini, sebab tidak ada yang bisa menahan air lagi," ujar Amat, warga lainnya.
Menurutnya, itu harus dilakukan segera karena sekarang ini intensitas hujan tinggi dan banjir sususlan bisa terjadi sewaktu-waktu.
Titik tanggul yang jebol ada di tikungan sungai.
Tanggul sudah ada sebelumnya dan diberonjong juga.
Namun akibat terjangan banjir, semuanya jebol dan kini mengancam puluhan rumah.
Ratusan rumah di pekon lainnya juga terdampak banjir.
Bahkan, ada sebuah musala yang nyaris dipenuhi material batu.
Musala Nurul Iman di Pekon Way Kerap ini dimasuki material bebatuan karena sisi kanannya tepat jadi tumpuan air yang turun dari bukit.
Di Pekon Sedayu, air sudah surut dan masyarakat sudah singkirkan lumpur yang memasuki rumah.
"Semuanya selamat. Waktu banjir, anak yang laki-laki di rumah jaga rumah, yang perempuan mengungsi. Tapi sekarang semuanya sudah pulang ke rumah," ujar Mujahir, warga setempat.
Ia tak menyangkan datangnya air begitu cepat dan ketinggian air langsung sekitar 50 cm.
Sedangkan di luar rumah lumpur ada di mana-mana.
Kemudian kondisi terparah lainnya adalah Jalinbar.
Kendaraan besar seperti truk baru bisa lewat sampai Jumat (10/1/2020) petang. Hal itu karena material tanah masih menutupi badan jalan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/banjir-di-semaka-11.jpg)