Banjir di Tanggamus

Puluhan Rumah Kemasukan Lumpur, Akses Jalinbar Sudah Terbuka

Dusun Banding Agung, Pekon Way Kerap, Kecamatan Semaka, Tanggamus mengalami dampak banjir terparah.

Penulis: Tri Yulianto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribun Lampung/Tri
Kondisi Dusun Banding Agung, Pekon Way Kerap, Kecamatan Semaka, Tanggamus pascabanjir, Jumat (10/1/2020). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SEMAKA - Dusun Banding Agung, Pekon Way Kerap, Kecamatan Semaka, Tanggamus mengalami dampak banjir terparah.

Di tempat ini, material lumpur, batuan, hingga kayu memasuki rumah warga.

Banjir yang terjadi akibat meluapnya air dan tanggul sungai yang jebol dari aliran sungai Way Dekok, Way Kerap, serta aliran-aliran dari lembah perbukitan yang ada di bagian utara Kecamatan Semaka.

Semuanya mengalir sejajar Jalan Lintas Barat.

Saat air meluap, air dan material banjir mengalir ke Jalinbar dan pekon-pekon sepanjang jalan nasional tersebut, seperti Pekon Pardawaras, Sukaraja, Tugu Papak, Way Kerap, Sedayu (bawah).

Tertutup Material Banjir, Jalinbar Masih Lumpuh

BREAKING NEWS 4 Pekon di Tanggamus Terendam Banjir, Ketinggian Air Capai 50 Cm

Sepasang Kekasih di Pringsewu Jadi Bandar Narkoba, Disita Barang Bukti Sabu Rp 50 Juta

Kisah Nasabah BCA Gagalkan Pencurian, Tarik Pencuri hingga Jatuh dari Motor dan Dihajar Massa

Kondisi Dusun Banding Agung, Pekon Way Kerap, Kecamatan Semaka, Tanggamus pascabanjir, Jumat (10/1/2020).
Kondisi Dusun Banding Agung, Pekon Way Kerap, Kecamatan Semaka, Tanggamus pascabanjir, Jumat (10/1/2020). (Tribun Lampung/Tri)

Secara umum, banjir sudah surut.

Namun, material bawaan banjir berupa kayu, pasir, lumpur, tanah, dan batu masih berserakan di mana-mana.

Kondisi terparah dialami Dusun Banding Agung.

Di sini puluhan rumah kemasukan material banjir.

Banjir juga merusak tanggul Sungai Way Dekok.

"Lumpur, air, semuanya masuk ke rumah. Sekarang ini barang rumah kotor dan basah kena banjir," ujar Jahiya, warga setempat.

Ia mengatakan, banjir datang secara tiba-tiba.

Sebab hujan di sekitar lokasi tersebut tidak lebat. Namun volume air sungai tinggi dan arusnya kuat.

"Waktu banjir cepat sekali airnya masuk, jadi orang di rumah tidak bisa beres-beres. Tahu-tahu sudah masuk ke rumah dan langsung selutut," terang Jahiya.

Saat ini warga berharap tanggul sungai yang mengalir di dusunnya segera dibuatkan tanggul. Sebab tanggul yang ada sudah jebol.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved