Banjir di Tanggamus
Puluhan Rumah Kemasukan Lumpur, Akses Jalinbar Sudah Terbuka
Dusun Banding Agung, Pekon Way Kerap, Kecamatan Semaka, Tanggamus mengalami dampak banjir terparah.
Penulis: Tri Yulianto | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SEMAKA - Dusun Banding Agung, Pekon Way Kerap, Kecamatan Semaka, Tanggamus mengalami dampak banjir terparah.
Di tempat ini, material lumpur, batuan, hingga kayu memasuki rumah warga.
Banjir yang terjadi akibat meluapnya air dan tanggul sungai yang jebol dari aliran sungai Way Dekok, Way Kerap, serta aliran-aliran dari lembah perbukitan yang ada di bagian utara Kecamatan Semaka.
Semuanya mengalir sejajar Jalan Lintas Barat.
Saat air meluap, air dan material banjir mengalir ke Jalinbar dan pekon-pekon sepanjang jalan nasional tersebut, seperti Pekon Pardawaras, Sukaraja, Tugu Papak, Way Kerap, Sedayu (bawah).
• Tertutup Material Banjir, Jalinbar Masih Lumpuh
• BREAKING NEWS 4 Pekon di Tanggamus Terendam Banjir, Ketinggian Air Capai 50 Cm
• Sepasang Kekasih di Pringsewu Jadi Bandar Narkoba, Disita Barang Bukti Sabu Rp 50 Juta
• Kisah Nasabah BCA Gagalkan Pencurian, Tarik Pencuri hingga Jatuh dari Motor dan Dihajar Massa
Secara umum, banjir sudah surut.
Namun, material bawaan banjir berupa kayu, pasir, lumpur, tanah, dan batu masih berserakan di mana-mana.
Kondisi terparah dialami Dusun Banding Agung.
Di sini puluhan rumah kemasukan material banjir.
Banjir juga merusak tanggul Sungai Way Dekok.
"Lumpur, air, semuanya masuk ke rumah. Sekarang ini barang rumah kotor dan basah kena banjir," ujar Jahiya, warga setempat.
Ia mengatakan, banjir datang secara tiba-tiba.
Sebab hujan di sekitar lokasi tersebut tidak lebat. Namun volume air sungai tinggi dan arusnya kuat.
"Waktu banjir cepat sekali airnya masuk, jadi orang di rumah tidak bisa beres-beres. Tahu-tahu sudah masuk ke rumah dan langsung selutut," terang Jahiya.
Saat ini warga berharap tanggul sungai yang mengalir di dusunnya segera dibuatkan tanggul. Sebab tanggul yang ada sudah jebol.
Kini permukaan air sudah sama dengan permukaan tanah.
"Habis ini kalau ada air gede lagi langsung banjir rumah-rumah di sini, sebab tidak ada yang bisa menahan air lagi," ujar Amat, warga lainnya.
Menurutnya, itu harus dilakukan segera karena sekarang ini intensitas hujan tinggi dan banjir sususlan bisa terjadi sewaktu-waktu.
Titik tanggul yang jebol ada di tikungan sungai.
Tanggul sudah ada sebelumnya dan diberonjong juga.
Namun akibat terjangan banjir, semuanya jebol dan kini mengancam puluhan rumah.
Ratusan rumah di pekon lainnya juga terdampak banjir.
Bahkan, ada sebuah musala yang nyaris dipenuhi material batu.
Musala Nurul Iman di Pekon Way Kerap ini dimasuki material bebatuan karena sisi kanannya tepat jadi tumpuan air yang turun dari bukit.
Di Pekon Sedayu, air sudah surut dan masyarakat sudah singkirkan lumpur yang memasuki rumah.
"Semuanya selamat. Waktu banjir, anak yang laki-laki di rumah jaga rumah, yang perempuan mengungsi. Tapi sekarang semuanya sudah pulang ke rumah," ujar Mujahir, warga setempat.
Ia tak menyangkan datangnya air begitu cepat dan ketinggian air langsung sekitar 50 cm.
Sedangkan di luar rumah lumpur ada di mana-mana.
Kemudian kondisi terparah lainnya adalah Jalinbar.
Kendaraan besar seperti truk baru bisa lewat sampai Jumat (10/1/2020) petang. Hal itu karena material tanah masih menutupi badan jalan.
Untuk penyingkiran material menggunakan satu ekskavator besar dan dua ekskavator kecil.
Alat berat tersebut harus menyingkir material enam titik jalan yang tertutup material bawaan banjir.
Sedangkan untuk bantuan mulai disalurkan kepada masyarakat.
Posko bencana Pemkab Tanggamus ada di Pekon Pardawaras.
Sedangkan posko Polres Tanggamus ada di Masjid Imaduddin, Pekon Way Kerap.
Bantuan yang diberikan berupa bahan makanan siap saji, ada juga dapur umum di posko pemkab.
Selain itu relawan dari beberapa organisasi masyarakat juga sudah bekerja membantu masyarakat.
Upaya perbaikan jaringan listrik juga sudah dikerjakan oleh PLN.
Untuk lokasi yang terkena banjir selama ini di distribusikan oleh dua trafo.
Kini semuanya rusak.
Lantas sementara ini menyelesaikan satu trafo dulu.
Namun untuk aliran listrik belum dialirkan untuk antisipasi keamanan.
Jalinbar Sempat Lumpuh
Banjir di Kecamatan Semaka, Tanggamus masih menyisakan material tanah dan bebatuan yang terbawa air.
Pemkab Tanggamus menargetkan segera membuka akses Jalan Lintas Barat (Jalinbar).
Sebab sejak Kamis (9/1/2020) malam sampai Jumat (10/1/2020) siang, Jalinbar masih lumpuh.
"Kami sudah menggunakan dua ekskavator. Tapi itu masih kurang dan masih menunggu datangnya beberapa ekskavator lagi yang dalam perjalanan," ujar Sekkab Tanggamus Hamid H Lubis, Jumat (10/1/2020).
Ia mengaku, Jalinbar harus terbuka secepatnya meski baru bisa dilalui sampai Jumat malam.
Sebab Jalinbar merupakan jalan lintas antarkabupaten.
"Target kami akses jalan ini terbuka dulu. Penanganan lainnya nanti menyusul," ujar Lubis.
Saat ini banyak kendaraan menumpuk di depan Rumah Makan Telago Indah, Pekon Pardawaras.
Pemkab Tanggamus belum bisa memastikan dampak banjir yang melanda lima pekon di Kecamatan Semaka.
Menurut Lubis, sampai saat ini data dampak banjir masih dihimpun.
"Sampai sekarang kami masih mendata. Jadi belum tahu dampak dan kerusakan banjir di Kecamatan Semaka," ujar Lubis.
Namun, kata dia, lahan pertanian yang terkena banjir mencapai seluas 300 hektare.
Menurut dia, lahan sawah tersebut baru ditanami padi.
Saat ini, kondisi air sudah mulai surut. (tribunlampung.co.id/tri yulianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/banjir-di-semaka-11.jpg)