Tegal Mas Lampung

Bos Tegal Mas Thomas Riska Ulang Tahun, Sungkem ke Orangtua dan Kenang Nyaris Tewas Dimakan Hiu

Thomas Riska berulangtahun ke-48 pada Sabtu 11 Januari 2020. Ia langsung berkunjung ke rumah orangtuanya dan langsung sungkem ke ibundanya.

Penulis: Andi Asmadi | Editor: Andi Asmadi
ISTIMEWA
SUNGKEM - Owner Tegal Mas, Thomas Azis Riska, berulang tahun ke-48 pada Sabtu 11 Januari 2020. Ia mendatangi kediaman orangtua lalu sungkem kepada ibundanya. 

"Mungkin mesinnya terlilit kawat atau benda lain sehingga meledak dan mati total. Saya terlempar ke laut," ceritanya. Untungnya, ketika itu dia memakai pelampung.

Sekuat tenaga ia berenang, dalam pikirannya daratan pasti dekat dari lokasinya. Ternyata, setelah beberapa lama, tak ada daratan yang terlihat. Semua laut.

Thomas pun dilanda kepanikan. Apalagi, ia tahu, laut di sekitar Tanjungputus banyak hiu.

Dan, benar, saat tak berdaya terombang-ambing di laut, dia melihat di sekelilingnya banyak sirip hiu di permukaan.

Dalam hatinya Thomas berkata, "Habislah saya."

Ia pun memasrahkan diri kepada Allah. "Saat itu yang ada di pikiran saya, kalau Allah menghendaki saya mati pada saat itu juga, saya ikhlas," katanya.

Dengan tubuh yang sudah melemah, terlihat sirip hiu mulai mendekat. Bahkan beberapa yang menabrak tubuhnya.

"Alhamdulillah, Allah masih melindungi saya, hiu itu tidak mengigit tapi hanya menabrak saya," kenangnya.

Entah kenapa, hiu tutul di kawasan itu yang terkenal ganas tidak memangsanya. Setelah beberapa lama, gerombolan sirip yang terlihat di permukaan akhirnya menjauh.

Thomas mengenakan jam tangan yang bisa mengukur kedalaman laut. Terlihat kedalamannya hingga 60 meter.

Yang paling menyiksanya adalah suhu terik di siang hari. Dengan cepat dia mengalami dehidrasi. Tubuhnya hanya bisa mengambang, tidak bisa berenang lagi.

Thomas Riska menunjukkan lokasi-lokasi wisata yang ada di Pulau Tegal Mas.
Thomas Riska menunjukkan lokasi-lokasi wisata yang ada di Pulau Tegal Mas. (TRIBUN LAMPUNG)

Thomas benar-benar tak berdaya. Hanya karena ada pelampung yang melekat, tubuhnya masih bisa mengambang. Kakinya sudah keram, tidak bisa digerakkan lagi.

Tubuhnya terus terombang-ambing di tengah laut. Dalam kondisi lemah tak bertenaga, ia sempat memejamkan mata lalu tertidur. Lalu bangun lagi. Lalu tertidur lagi, bangun lagi.

Thomas tak tahu berapa lama ia terombang-ambing di laut, hingga samar-samar ia mendengar deru mesin kapal mendekat.

"Allah masih menyayangi saya. Ternyata itu kapal pemancing yang secara kebetulan lewat dan melihat ada tubuh manusia yang terombang-ambing di tengah laut," ujarnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved