Mobil Bekas

Apa Itu Aquaplaning alias Mobil 'Mengambang'? Berikut Cara Hindari Aquaplaning

Oleh karenanya, kata Iwan, salah satu cara menghindari terjadinya aquaplaning saat berkendara yakni dengan mengurangi kecepatan.

Apa Itu Aquaplaning alias Mobil 'Mengambang'? Berikut Cara Hindari Aquaplaning
Tribunlampung.co.id/Daniel Tri Hardanto
Sebuah mobil melaju menerobos genangan air di Jalan Soekarno-Hatta, Bandar Lampung, Sabtu (18/1/2020). Aquaplaning atau hydroplaning adalah kondisi di mana ban mobil kehilangan daya cengkeram pada permukaan jalan, sehingga membuat kendaraan seakan mengambang atau tidak benar-benar menyentuh jalan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Fenomena aquaplaning atau hydroplaning kerap kali terjadi di musim hujan.

Kali ini, Tribunlampung.co.id akan membagikan sedikit informasi terkait penyebab dan cara menghindari aquaplaning.

Aquaplaning atau hydroplaning pada mobil adalah kondisi di mana ban mobil kehilangan daya cengkeram pada permukaan jalan, sehingga membuat kendaraan seakan mengambang atau tidak benar-benar menyentuh jalan.

Akibatnya, ban mobil tidak mampu membelah genangan air.

Iwan Slamet Widodo, kepala mekanik Auto2000 Lampung cabang Way Halim, Bandar Lampung, menjelaskan, fenomena aquaplaning atau hydroplaning bukan merupakan hal baru.

Perawatan Mobil Terendam Banjir, Biaya dan Cara Pencegahannya

Tips Merawat Mobil Bekas di Musim Hujan, Daftar Komponen yang Perlu Diperhatikan

Harga Mobil Bekas Kia Carens, Termurah Cuma Rp 25 Juta

Harga Mobil Bekas Daihatsu Xenia di Lampung, Mulai dari Rp 50 Juta

Ilustrasi - aquaplaning.
Ilustrasi - aquaplaning. (Kompas.com)

Menurut dia, aquaplaning dapat dijelaskan secara hukum fisika.

"Jadi itu (aquaplaning) sudah lumrah. Cuma mungkin karena adanya media sosial di zaman sekarang, fenomena aquaplaning seakan baru muncul. Sebab kan semua kejadian bisa tersebar dengan cepat lewat medsos," ujar Iwan kepada Tribunlampung.co.id, Kamis (16/1/2020).

Iwan mengatakan, aquaplaning dapat berakibat fatal.

"Apalagi mobil melewati jalan genangan air dengan kecepatan tinggi, maka seolah-oleh ban mobil terangkat. Itu karena ada batasan yang disebabkan oleh air di antara ban dengan jalan raya," imbuh Iwan.

"Bisa-bisa mobil spinning (berputar) dan hilang kendali, yang akan membahayakan," lanjutnya.

Halaman
123
Penulis: Tama Yudha Wiguna
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved