VIDEO Cara Hindari Aquaplaning saat Mengendarai Mobil

Fenomena aquaplaning atau hydroplaning pada mobil kerap kali terjadi di musim hujan.

Tayang:
Penulis: Wahyu Iskandar | Editor: Daniel Tri Hardanto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Fenomena aquaplaning atau hydroplaning kerap kali terjadi di musim hujan.

Kali ini, Tribunlampung.co.id akan membagikan sedikit informasi terkait penyebab dan cara menghindari aquaplaning.

Aquaplaning atau hydroplaning pada mobil adalah kondisi di mana ban mobil kehilangan daya cengkeram pada permukaan jalan, sehingga membuat kendaraan seakan mengambang atau tidak benar-benar menyentuh jalan.

Akibatnya, ban mobil tidak mampu membelah genangan air.

Iwan Slamet Widodo, Kepala Mekanik Auto2000 Lampung cabang Way Halim, Bandar Lampung, menjelaskan, fenomena aquaplaning atau hydroplaning bukan merupakan hal baru.

VIDEO Cara Penanganan Mobil Pasca Terendam Banjir, Biaya dan Cara Pencegahannya

VIDEO Harga Mobil Bekas Daihatsu Xenia di Lampung

VIDEO Review Wuling Almaz dengan Layar Head Unit 10,4 Inci – Review Mobil

Menurut dia, aquaplaning dapat dijelaskan secara hukum fisika.

"Jadi itu (aquaplaning) sudah lumrah. Cuma mungkin karena adanya media sosial di zaman sekarang, fenomena aquaplaning seakan baru muncul. Sebab kan semua kejadian bisa tersebar dengan cepat lewat medsos," ujar Iwan kepada Tribunlampung.co.id, Kamis (16/1/2020).

Iwan mengatakan, aquaplaning dapat berakibat fatal.

"Apalagi mobil melewati jalan genangan air dengan kecepatan tinggi, maka seolah-oleh ban mobil terangkat. Itu karena ada batasan yang disebabkan oleh air di antara ban dengan jalan raya," imbuh Iwan.

"Bisa-bisa mobil spinning (berputar) dan hilang kendali, yang akan membahayakan," lanjutnya.

Oleh karenanya, kata Iwan, salah satu cara menghindari terjadinya aquaplaning saat berkendara yakni dengan mengurangi kecepatan.

"Jadi ban dapat membelah air dengan sendirinya dan air pun akan tersibak saat mobil kita melewati genangan tersebut," ungkap Iwan.

Selain itu, kondisi kembang ban juga akan berpengaruh.

Pasalnya, kembang ban atau alur ban memiliki fungsi sebagai jalur air tatkala kendaraan melewati medan jalan basah hingga daya cengkeram ban dapat stabil.

"Tapi kan tetap kita tidak bisa memprediksi genangan air. Jadi lebih baik kita melakukan safety driving. Ya itu tadi, dengan memperlambat laju mobil," tandasnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved