VIDEO Cara Hindari Aquaplaning saat Mengendarai Mobil
Fenomena aquaplaning atau hydroplaning pada mobil kerap kali terjadi di musim hujan.
Penulis: Wahyu Iskandar | Editor: Daniel Tri Hardanto
Putaran Mesin Naik Turun
Dadan Ramadhani, Customer Care Director General Motors Indonesia, memberikan beberapa tips untuk menghindari aquaplaning.
Dikutip dari Kompas.com, Dadan menjelaskan, aquaplaning adalah kondisi dimana air di depan ban berkumpul dan tidak dapat dialirkan maupun diteruskan meski roda berputar.
Akibatnya, ban kehilangan traksi atau cengkeraman.
Berikut cara mengantisipasinya:
1. Perlambat kendaraan saat melintasi genangan air untuk mengecilkan risiko terjadinya selip dan menambah jarak aman dengan kendaraan di depan.
Kecepatan yang lebih rendah juga mengurangi kemungkinan terjadinya aquaplaning.
Akibatnya, ada lapisan lain (air) antara ban dan permukaan jalan, akibatnya ban mulai "mengambang" dan kendaraan berpotensi tergelincir karena tidak ada daya cengkeram.
2. Pengendara dapat menyadari ketika mengalami aquaplaning saat kemudi tiba-tiba terasa ringan dan kendaraan tidak merespons gerakan kemudi.
3. Gejala lain adalah pengendara melihat putaran mesin (RPM) naik turun secara tiba-tiba namun tanpa peningkatan kecepatan.
Hal ini biasanya disertai dengan perasaan kendaraan "berkedut" (ketika ban sejenak kehilangan cengkeraman, sebelum mendapatkan kembali kendalinya).
Ini adalah tanda bahwa ban Anda mulai mengalami aquaplane.
4. Ketika aquaplaning terjadi, pengemudi harus mengurangi kecepatan tanpa melakukan pengereman dengan cara mengurangi akselerasi secara bertahap.
Tunggu kendaraan hingga melambat dan memungkinkan ban untuk mendapatkan kembali cengkeraman.
5. Jika kendaraan mulai tergelincir, pengemudi harus menjaga kemudi ke arah yang dituju sampai mobil tersebut berjalan lurus lagi.
6. Jaga tekanan konstan dan ringan pada pedal gas.
Mengemudi secara halus adalah kuncinya.
(Tribunlampung.co.id/Tama Yudha Wiguna)
Videografer Tribunlampung.co.id/Wahyu Iskandar