Ketika Pohon-pohon di Monas Ditebang di Era Anies Baswedan
Dengan Taman Monas, nama proyek yang dipimpin langsung Ediwan Sukiman itu ditanami ribuan pohon untuk menghijaukan area Monas.
"Tempat rekreasi, tempat-tempat duduk yang nyaman, rerumputan, pohon-pohon rindang sehingga siang hari pun akan tetap sejuk," kata Ediwan.
Dibiayai Pemprov DKI Jakarta
Meskipun Monas merupakan wilayah yang dimiliki pemerintah pusat, saat itu pengembangan Taman Monas sepenuhnya dibiayai oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Termasuk ribuan pohon yang didatangkan dari luar daerah Jakarta.
Ediwan saat itu mengatakan, pohon sengaja didatangkan dari luar Jakarta karena memang Jakarta tidak memiliki stok pohon untuk ditanam di Taman Monas tersebut.
Bertahun-tahun bertahan
Setelah penanaman pohon yang dilakukan pada tahun 1973 tersebut, Monas memang banyak mengalami perubahan revitalisasi.
Pada Juli 1995, Monas kembali direvitalisasi.
Tetapi, tidak mengorbankan pohon-pohon yang tumbuh selama puluhan tahun tersebut.
Dalam pengembangannya, penanaman pohon baru justru digalakkan dalam jumlah besar.
Saat itu revitalisasi kawasan Taman Monas yang sudah berubah nama menjadi Taman Medan Merdeka tidak berbeda jauh dari rencana induk yang dibuat Presiden Soeharto.
Dalam rencana induk penataan kawasan Monas, semua jalan beraspal selebar 50 meter yang mengelilingi Tugu Monas akan diubah menjadi taman.
Sebagai penggantinya, akan disediakan jalan yang terbuat dari batu-batu.
Perluasan taman ini untuk mendukung keagungan Tugu Monas.
Kemauan politik pemerintah untuk menciptakan kawasan Monas sebagai hutan kota dikuatkan dengan Keputusan Presiden RI No 25 Tahun 1995 tertanggal 2 Mei 1995.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/revitalisasi-monas-di-era-gubernur-dki-anies-baswedan.jpg)