Ketika Pohon-pohon di Monas Ditebang di Era Anies Baswedan
Dengan Taman Monas, nama proyek yang dipimpin langsung Ediwan Sukiman itu ditanami ribuan pohon untuk menghijaukan area Monas.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merevitalisasi Monas.
Dalam proses revitalisasi ini, pohon-pohon rindang di kawasan Monas ditebang.
Pohon-pohon ini padahal sudah ada sejak puluhan tahun lalu.
Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto tahun 1973, Monumen Nasional dibangun sedemikian rupa untuk menjadi hutan di tengah kota DKI Jakarta.
Dengan Taman Monas, nama proyek yang dipimpin langsung Ediwan Sukiman itu ditanami ribuan pohon untuk menghijaukan area Monas.
• Inilah Sosok Penyumbang Emas Monas, Dipenjara dan Semua Hartanya Dirampas Soeharto
• Ini 2 Cawagub Jakarta Pendamping Anies Baswedan, 1 Calon Pernah Jadi Pesaing Jokowi-Ahok
• Kronologi Kapal yang Ditumpangi Wartawan Terbalik di Tengah Laut Labuan Bajo
• Kasus Jasad Balita Tanpa Kepala di Samarinda, Polisi Tetapkan 2 Tersangka
Menurut data Litbang Kompas, pada 1973, proyek Taman Monas menanam 1.568 pohon di area Monas.
Pohon tersebut merupakan jenis-jenis pohon besar, seperti palem dan beberapa jenis pohon lainnya yang tidak disebutkan.
Ediwan menjelaskan, tidak hanya 1.568 pohon besar.
Ditanam juga pohon pengarah jalan atau pagar yang diambil dari jenis Salix Babylonica sebanyak 350 pohon dan akasia sebanyak 200 pohon.
Sebagai paru-paru Ibu Kota
Program pemerintah puluhan tahun silam tersebut bukan tanpa tujuan.
Ediwan menjelaskan, pohon rindang dan hijau tersebut akan menjadi tempat masyarakat merasakan rekreasi di tengah kota.
Bukan hanya rindang dan teduh, melainkan tempat rekreasi yang sehat.
Dengan adanya pohon-pohon besar, Taman Monas akan terasa sejuk ketika matahari sedang terik.
Pohon besar dan rindang juga tidak mengurangi cahaya yang masuk untuk penerangan Taman Kota.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/revitalisasi-monas-di-era-gubernur-dki-anies-baswedan.jpg)