Tribun Tulangbawang

Tambak Udang di Rawajitu Timur Tulangbawang Mendadak Mati karena Virus Myo

Petambak udang di Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulangbawang, terancam gagal panen lantaran udang di dalam tambak terserang virus.

Tambak Udang di Rawajitu Timur Tulangbawang Mendadak Mati karena Virus Myo
Tribun Lampung/Dedi Sutomo
ILUSTRASI tambak udang 

Udang Usia 10 Hari Mendadak Mati karena Virus Myo

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, RAWAJITU - Petambak udang di Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulangbawang, terancam gagal panen lantaran udang di dalam tambak terserang virus.Mereka resah lantaran bayang-bayang kerugian yang bakal mereka tangguk mulai ada didepan mata.

Anul Mukhlis, pembudidaya udang di Kecamatan Rawajitu Timur mengatakan, bahwa tambak udang mereka akhir-akhir ini terserang virus myo atau infectious myo necrosis virus (IMNV)"Udang saya baru berumur 10 sampai 45 hari tiba-tiba mati mendadak, akibat terserang virus myo," terang Anul, Minggu (26/01).

Virus tersebut menyerang udang mereka sejak sebulan belakangan akibat dipengaruhi peralihan musim yang terjadi. Itu dimulai sejak Desember 2019 lalu. Di mana ketika itu, udang petambak tiba-tiba mati karena diserang virus.

Pertamina Salurkan Program Kemitraan Pada 404 Petambak Udang

"Virus ini datang akibat pergantian musim dari kemarau ke musim hujan. Perubahan musim ini berdampak pada suhu dan PH air di tambak," tutur Mukhlis.

Akibat kondisi itu, Mukhlis mengaku terancam merugi lantaran benih udang Vannamei miliknya dipastikan gagal panen akibat diserang virus.

Padahal dalam satu tambak berukuran seperempat hekatare ia harus merogoh kocek Rp15 juta hingga Rp30 juta.

Biaya tersebut dipergunakan untuk membeli pakan, bibit atau benur, dan bahan bakar untuk menghidupkan mesin jenset pemompa kincir. "Sudah pasti rugi. Gimana mau panen kalau benihnya aja sudah pada mati. Syukur-syukur bisa modal," paparnya.

Ketua Perhimpunan Petambak Pengusaha Udang Wilayah (P3UW) Lampung Suratman menyatakan, virus myo menyerang ke seluruh tambak milik petambak yang ada di Kecamatan Rawajitu Timur.

Suara Petambak Udang Bumi Dipasena: Harga Jual Rendah, Biaya Produksi Naik

Virus myo juga menyerang jenis udang yang dibudidayakan."Virus menyerang mulai dari pertengahan Desember 2019 sampai sekarang. Di setiap jalur 90 persen terkena dan menyerang semua jenis udang," katanya.

Dia menuturkan, gejala udang yang terinfeksi virus myo akan menepi ke kolam, otot daging pada udang berwarna putih seperti kapas, kulit udang terkelupas yang di ujung ekornya berwarna merah, nafsu makan dan daya ketahanan tubuh udang menurun, dan pertumbuhan udang menjadi lambat. (end)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved