Tribun Lampung Tengah
Siaga Banjir, BPBD Lamteng Siapkan 3 Perahu Karet untuk Evakuasi Warga
Antisipasi banjir, BPBD Lampung Tengah siapkan tiga perahu karet untuk evakuasi warga di kawasan yang terjadi bencana.
Penulis: syamsiralam | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung Syamsir Alam
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, GUNUNGSUGIH - Antisipasi banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Tengah siapkan tiga perahu karet untuk evakuasi warga di kawasan yang terjadi bencana.
Kepala BPBD Guntur Napitupulu menjelaskan, perahu karet berukuran besar dengan mampu mengevakuasi 10 orang.
Alat tersebut digunakan juga selama patroli bersama satuan tugas (Satgas) becana alam.
"Selain perahu karet, peralatan lainnya yang kita siapkan antara lain tenda penampungan, dan juga logistik berupa makanan instan serta baju laik pakai," ujar Guntur Napitupulu, Rabu (29/1/2020).
Saat disinggung anggaran penaggulangan bencana alam, Guntur menerangkan bahwa anggaran yang ada pada pihaknya tak terduga, dan akan disiapkan sesuai ketentuan dan kebutuhan di lapangan.
• Pengendara Motor Tewas Terseret Banjir, Jasadnya Ditemukan Tersangkut di Pohon
• Sungai Way Haru Meluap, Puluhan Hektare Sawah di Lampung Barat Terendam Banjir
• Tahun Ini Gaji Aparatur Tiyuh di Tubaba Setara PNS Golongan II
• Polemik Gudang di Sukabumi Berakhir Damai, Ini Sederet Janji Pemilik
Untuk curah hujan, BPBD mempredisksi Januari hingga Februari kedepan masih sangat tinggi.
Karena itu, sejumlah kecamatan yang rawan banjir seperti Bekri, Gunung Sugih, Anak Tuha dan Bandar Surabaya masih dilakukan tanggap waspada.
"Untuk itu, BPBD bersama Satgas bencana alam Pemkab Lamteng seperti kepolisian dan TNI waspada. Untuk kesiapan, personel BPBD siaga 24 jam di Pos Damkar Gunung Sugih, dan siap meluncur ke lokasi bencana jika ada laporan bencana alam," imbuhnya.
Sementara Bupati Loekman Djoyosoemarto berpesan, agar semua pihak saling berkoordinasi untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana di titik-titik rawan banjir di Lampung Tengah.
Seluruh anggota tim diminta menyatu untuk menghadapi kondisi-kondisi darurat, dan diminta lebih sensitif terhadap informasi dsri masyarakat mengenai potensi banjir dan bencana lainnya.
"Kita harus belajar dari pengalaman tahun sebelumnya untuk mengantisipasi korban akibat bencana alam di Lampung Tengah, baik korban jiwa maupun materi harus diminimalisasi," ujar Loekman Djoyosoemarto.
Sungai Way Haru Meluap, Puluhan Hektare Sawah di Lampung Barat Terendam Banjir
Puluhan hektare sawah dan kebun warga di Pekon Bandar Agung, Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), Lampung Barat terendam banjir, Sabtu (25/1/2020).
Banjir dipicu meluapnya Sungai Way Haru sejak Jumat malam.