Nenek Renta Diusir Anaknya di Lampung Tengah, Kapolsek Turun Tangan Buatkan Rumah
Seorang nenek diusir anaknya lantaran kerap cekcok dengan sang anak. Ia adalah warga Dusun Tanjung Mulia, Kampung Tanjung Ratu Ilir, Lampung Tengah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, WAY PENGUBUAN - Seorang nenek diusir anaknya lantaran kerap cekcok dengan sang anak.
Setelah diusir, ia harus menumpang tinggal di rumah seorang warga.
Sang nenek bernama Sarah (60).
Ia adalah warga Dusun Tanjung Mulia, Kampung Tanjung Ratu Ilir, Kecamatan Way Pengubuan, Lampung Tengah.
• Kisah Nenek di Lampung Tengah yang Diusir Putrinya, Terpaksa Menumpang di Rumah Kadus
• Drama Penculikan Siswi SD di Lamsel, Korban Lolos Seusai Gigit Tangan Pelaku, Polisi Buru 5 Terduga
• Gagal Temui Pacarnya, Pemuda Bandar Lampung Tewas Gantung Diri di Kontrakan Sang Pacar
Karena dianggap merepotkan keluarga, nenek Sarah diusir anaknya.
Ia mengaku diusir oleh anak perempuannya, sejak beberapa bulan lalu.
Bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya, nenek renta tersebut harus mengharapkan belas kasih dari warga.
Kepala Kampung Tanjung Ratu Ilir Samsuri menjelaskan, nenek Sarah terpaksa menumpang di rumah kepala Dusun Tanjung Mulia, setelah ia diusir anaknya.
"Nenek Sarah harus tinggal seorang diri. Selama ini dia dirawat oleh Kadus Tanjung Mulia."
"Ia terpaksa tinggal seorang diri karena diusir oleh putrinya. Karena sebelumnya, ia tinggal dengan putrinya tersebut," kata Samsuri, Rabu (29/1/2020).
Samsuri mengatakan, Sarah kerap cekcok dengan putrinya saat mereka masih tinggal serumah.
Puncaknya, dia diusir oleh sang anak beberapa bulan lalu.
Mendengar kabar tersebut, Kapolsek Way Pengubuan, Lampung Tengah, Iptu Widodo Rahayu berinisiatif melakukan pembangunan rumah untuk Sarah.
"Kita melakukan koordinasi dengan Forkopimcam melalui Bhabinkamtibmas, kepala dusun, dan kepala kampung. Kita menginisiasi pembangunan rumah untuk nenek Sarah," kata Widodo Rahayu.
Setelah mengumpulkan dana dari para donatur, akhirnya diputuskan untuk membangun rumah di Dusun Tanjung Mulia.