VIDEO Ditinggal sang Ayah Dikarantina Virus Corona, Remaja Cacat Tewas di Rumah
Virus corona menyebabkan seorang remaja di China meninggal dunia. Namun kali ini, ia meninggal bukan karena terinfeksi virus.
Penulis: ikhsan dwi nur satrio | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Virus corona menyebabkan seorang remaja di China meninggal dunia.
Namun ia meninggal bukan karena terinfeksi virus bernama Novel Coronavirus atau 2019-nCov itu.
Melainkan karena berkebutuhan khusus dan ditinggal sendirian di rumah selama enam hari.
Hal tersebut lantaran orang tua remaja berusia 17 tahun itu tak ada di rumah dan menjalani karantina akibat wabah virus corona.
Remaja yang meninggal itu bernama Yan Cheng (17).
• Menteri AS Sebut Amerika Serikat Dapat Untung Virus Corona di China, Pernyataannya Tuai Kritik
• Video Biduan Dangdut Buka Baju dan Lepas Bra Beredar di WhatsApp, Nasib Pedangdut Berujung Bui
• VIDEO Kasasi Ditolak, Zainudin Hasan Tetap Dipenjara 12 Tahun
Dikutip dari mothership.sg, Yan Cheng ternyata menderita cerebral palsy.
Cerebral palsy adalah kelainan gerakan, tonus otot, ataupun postur yang disebabkan oleh kerusakan yang terjadi pada otak yang belum matang dan berkembang, paling sering sebelum kelahiran.
Beijing Youth Daily melaporkan, Yan Cheng diduga meninggal setelah ditinggal sendirian di rumah tanpa ada yang merawatnya.
Dikonfirmasikan dengan pemerintah setempat di kota Huahe, yang terletak di Kabupaten Hong'an Provinsi Hubei, remaja itu meninggal pada hari Rabu, 29 Januari 2020.
Berita kematian remaja itu pertama kali beredar di intranet China ketika Dami & Xiaomi, sebuah platform WeChat yang mengadvokasi keluarga anak-anak penyandang cacat intelektual.
Dalam hal itu menerbitkan laporan yang mengklaim bahwa Yan Cheng telah meninggal setelah ditinggal sendirian di rumah selama enam hari.
Menurut laporan itu, ayah Yan Cheng, Yan Xiaowen, membawa kedua putranya kembali ke kota Huahe pada 17 Januari untuk merayakan Tahun Baru Imlek.
Namun, tiga hari setelah kembali ke rumah, Yan Xiaowen terserang demam.
Laporan itu kemudian mengklaim bahwa Yan dan putra bungsunya dikirim ke tempat karantina untuk diisolasi karena diduga telah terinfeksi virus corona.
Namun, Yan Cheng ditinggalkan sendirian di rumah karena ia tidak menunjukkan gejala virus apa pun.
Menurut Dami & Xiaomi, pemerintah setempat mengklaim remaja itu makan pada 24 dan 26 Januari.