Penemuan Mayat di Lamteng
Mayat PNS Tanpa Tangan yang Ditemukan di Lamteng Tak Miliki Musuh, Sepupu Korban: Pelaku Keji!
Hendri Yuansyah sepupu korban mengatakan, karena begitu ramah, ia memastikan jika Agus Haidir tak mempunyai musuh.
Penulis: syamsiralam | Editor: Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, GUNUNG SUGIH - Di mata keluarga, sosok almarhum Agus Haidir merupakan sosok yang ramah dan cepat akrab.
Penemuan mayat tanpa tangan di Lampung Tengah, teridentifikasi bernama Agus Haidir, seorang PNS di Bandar Lampung yang juga berprofesi sebagai tukang ojek.
Almarhum Agus Haidir tewas di tangan begal sadis, setelah mendapat tusukan senjata tajam di beberapa bagian tubuhnya, dan mayatnya ditemukan sudah dalam kondisi membusuk.
Keluarga mengaku tak menyangka kerabat mereka diperlakukan sangat keji.
Hendri Yuansyah sepupu korban mengatakan, karena begitu ramah, ia memastikan jika Agus Haidir tak mempunyai musuh.
"Pelaku ini benar-benar keji!" ucap Hendri Yuansyah di Mapolres Lampung Tengah, Sabtu (8/2/2020).
• Begal Sadis Bunuh PNS hingga Tangan Putus di Lampung Tengah, Mayatnya Sudah Membusuk
• 2 Menteri Jokowi dengan Kinerja Terburuk Menurut Survei IPO
• Kronologi Saridi Digigit Gajah Liar dan Selamat, Warga Tanggamus Sempat Lakukan Ronda
• Terungkap Identitas Mayat Tanpa Tangan di Lampung Tengah, PNS yang Jadi Tukang Ojek
"Saya ketemu korban dua bulan lalu. Dia seperti biasa aktivitasnya. Selain sebagai PNS, dia mencari pekerjaan tambahan sebagai tukang ojek," kata Hendri.
Selain itu, kata Hendri, korban juga sosok yang senang bersilaturahmi dengan keluarganya yang ada di luar kota.
Hendri mengenang sepupunya itu sebagai lelaki yang bertanggung jawab.
Hendri pun mengapreasiasi kinerja kepolisian yang telah bekerja keras untuk mengungkap kasus pembunuhan anggota keluarganya, serta menangkap seluruh pelaku.
Hukum Mati
Sebelum berangkat untuk mengojek, Yasir, anak bungsu Agus Haidir, mengaku jika sempat bercanda-canda dengan korban.
Yasir mengatakan, meski berstatus sebagai PNS di UPT Pendidikan, Panjang, Bandar Lampung, ayahnya juga berstatus tukang ojek pangkalan.
"Pagi itu (Rabu, 15/1/2020), kami masih sempat bercanda-canda, sekira pukul 09.00 WIB, ayah pamit mau ngojek. Karena rutinitasnya selain sebagai PNS ayah juga tukang ojek," ungkap Yasir yang hadir di Mapolres Lamteng, Sabtu (8/2/2020).
Yasir menilai, ayahnya adalah sosok yang pendiam dan jarang sekali marah.