Saeful Eks Anak Buah Hasto Sebut Bosnya Tidak Terlibat Suap, Seluruh Uang Suap dari Harun Masiku

"Semua uang dari Harun. Semua dari Harun ya keuangan, dari Harun semua. Enggak ada (dari orang PDI-P)," ujar Saeful.

Editor: Romi Rinando
(KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D)
Saeful Bahri Eks Anak Buah Hasto Sebut Bosnya Tidak Terlibat Suap, Seluruh Uang Suap dari Harun Masiku 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Eks anak buah Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto, Saeful Bahri menyebut, PDI Perjuangan (PDI-P) sebagai partai politik tidak terlibat dalam kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu yang melibatkan eks caleg PDI-P Harun Masiku.

Saeful menegaskan, mantan bosnya, Hasto Kristiyanto, tidak terlibat dalam kasus tersebut.

Saeful mengaku seluruh uang suap yang diterima eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan berasal dari kantong Harun Masiku.

"Semua uang dari Harun. Semua dari Harun ya keuangan, dari Harun semua. Enggak ada (dari orang PDI-P)," ujar Saeful. Adapun Saeful hari ini kembali diperiksa oleh penyidik dalam kasus dugaan sual PAW Harun Masiku yang menyeretnya sebagai tersangka.

Tips Sederhana Buat Polisi Tangkap DPO Harun Masiku, Roy Suryo : Tinggal Niatnya Saja Bagaimana?

Kapolri Sudah Sebar Foto Harun Masiku ke 34 Polda, Tapi Masih Nihil, IPW Sarankan Tembak Ditempat

Karni Ilyas Ungkap Kondisi Harun Masiku Saat Ditanya Ferdinand Hutahaean

 

Saeful mengatakan, partai belambang kepala banteng tersebut juga tidak pernah memerintahkannya melakukan suap agar Harun dapat masuk ke parlemen lewat mekanisme PAW.

"Enggak itu, enggak, enggak ada yang perintah. Kalau partai hanya urusan administrasi hukum," kata Saeful di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (11/2/2020) sore.

"Tadi Pemeriksaan lanjutan yg kemarin, tadi ada sandingan antara apa kronologis tiap peristiwa dengan percakapan WhatsApp," kata Saeful.

KPK menetapkan empat orang tersangka dalam kasus suap ini yaitu Komisioner KPU Wahyu Setiawan, eks caleg PDI-P Harun Masiku, eks anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan seorang pihak swasta bernama Saeful.

KPK menetapkan Wahyu sebagai tersangka karena diduga menerima suap setelah berjanji untuk menetapkan caleg PDI-P Harun Masiku sebagai anggota DPR terpilih melalui mekanisme PAW.

KPK menyebut Wahyu telah menerima uang senilai Rp 600 juta dari Harun dan sumber dana lainnya yang belum diketahui identitasnya. Sedangkan, Wahyu disebut meminta uang operasional sebesar Rp 900 juta untuk memuluskan niat Harun. (Artikel ini telah tayang di Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved