Peraih Emas Olimpiade Taufik Hidayat Perantara Gratifikasi Rp 1 Miliar ke Imam Nahrawi

Peraih medali emas untuk Indonesia pada Olimpiade Athena 2004 itu pernah dipanggil dan diperiksa KPK terkait kasus ini.

Peraih Emas Olimpiade Taufik Hidayat Perantara Gratifikasi Rp 1 Miliar ke Imam Nahrawi
kompas.com
Biodata Taufik Hidayat yang Terserat Kasus Imam Nahrawi di KPK 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) KPK, terdapat beberapa pihak yang turut andil dalam suap dan gratifikasi yang diterima Imam.

Di antaranya adalah mantan pebulu tangkis nasional, Taufik Hidayat.

Jaksa KPK mengatakan, Imam diduga menerima total suap Rp 11,5 miliar dan gratifikasi Rp 8,6 miliar.

Sebanyak Rp 4,9 miliar di antaranya, diterima dari Lina Nur Hasanah selaku bendahara pengeluaran pembantu program Indonesia emas 2015 sampai 2016, sebagai dana tambahan operasional menteri.

Terkait gratifikasi, ada empat sumber yang diterima Imam. Salah satunya dari program Satlak Prima Kemenpora tahun 2016 sebesar Rp 1 miliar.

Jenis Kelamin KTP Lucinta Luna Perempuan, Paspor Laki-laki

Anak Mantan Wapres Jadi Kapolda Jambi, Sebut Pesan Khusus dari Ayah

Aksi Refleks Maia Estianty Joget Ambyar Kala Dengar Bunyi Kentungan

Unggah Foto Main Air Bareng Baim Wong, Anya Geraldine Bikin Netizen Salah Fokus

Alasan Prabowo Subianto Kecewa Meski Disambut Sorak Sorai Ratusan WNI di Natuna

Berawal pada Januari 2018, saat itu Direktur Perencanaan dan Anggaran Program Satlak Prima, Tommy Suhartanto, meminta Pejabat Pembuat Komitmen program Satlak Prima, Edward Taufan Pandjaitan, menyiapkan Rp 1 miliar.

Uang tersebut merupakan permintaan Imam melalui asisten pribadinya, Miftahul Ulum.

”Kemudian Tommy Suhartanto meminta kepada Edward Taufan Pandjaitan alias Ucok menyiapkan uang sejumlah Rp 1.000.000.000 untuk diserahkan kepada terdakwa (Imam) melalui Miftahul Ulum,” kata jaksa KPK di sidang.

Menindaklanjuti permintaan itu, pada Agustus 2018 Tommy meminta Asisten Direktur Keuangan Satlak Prima, Reiki Mamesah, mengambil Rp 1 miliar dari Edward.

Halaman
123
Editor: martin tobing
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved