Peraih Emas Olimpiade Taufik Hidayat Perantara Gratifikasi Rp 1 Miliar ke Imam Nahrawi
Peraih medali emas untuk Indonesia pada Olimpiade Athena 2004 itu pernah dipanggil dan diperiksa KPK terkait kasus ini.
Imam Nahrawi berjanji, akan membuka siapa saja yang menikmati dana KONI. Hal ini ia katakan usai mendengarkan pembacaan dakwaan.
"Teman-teman silahkan ikuti terus persidangan ya.Nanti kita akan lihat. Kita akan lihat karena banyak. Siap-siap saja yang merasa menerima dana KONI ini," kata Imam.
Imam belum mengungkapkan nama-nama pihak yang menerima dana hibah itu. Dia meminta kepada publik untuk mengikuti dan mengamati jalannya sidang.
Rosmina, ketua majelis hakim persidangan, sempat memberikan kesempatan kepada Imam untuk berkoordinasi dengan tim penasihat hukum.
Setelah berkonsultasi dengan tim penasihat hukum, Imam Nahrawi merasa keberatan terhadap dakwaan JPU pada KPK.
Dia akan menyampaikan keberatan di nota pembelaan atau pleidoi.
"Kami sangat keberatan dengan dakwaan jaksa penuntut umum dan nanti akan sampaikan di pleidoi," ujarnya.
Nonton F1
Jaksa KPK dalam dakwaannya menyebut uang suap dan gratifikasi tersebut digunakan untuk keperluan Imam Nahrawi.
Bahkan, puluhan juta di antaranya digunakan untuk membayar tiket nonton F1 rombongan Kemenpora.
”Bulan Maret 2016 dengan nilai sejumlah Rp 75.000.000, diterima Miftahul Ulum melalui Anton Asfinahi untuk pembayaran Ticket Masuk F1 Rombongan Kemenpora hari Sabtu dan Minggu, 19-20 Maret 2016," kata Jaksa KPK.
Selain itu, sejumlah uang lainnya juga digunakan oleh Imam untuk keperluan pribadinya. Mulai dari bayar tunggakan kredit, renovasi rumah, perjalanan ke Melbourne Australia, hingga membayar baju.
Imam seusai persidangan mengklaim ada dakwaan tidak benar yang ditudingkan kepadanya. "Banyak narasi fiktif di sini," kata Imam dengan berkaca-kaca.
Imam sempat terdiam beberapa saat ketika wartawan mewawancarainya usai persidangan.
Tak berapa lama, Imam memperingatkan beberapa pihak dalam perkara suap Kemenpora ini.
"Siap-siap saja yang merasa menerima dana KONI ini, siap-siap," kata Imam. (*)