Heboh Buku Fiksi Terbitan Tahun 1981, Sebut Virus Dari Wuhan

Sebuah buku fiksi terbitan tahun 1981 sedang menjadi perbincangan di dunia maya. Buku itu berjudul The Eyes of Darkness

Editor: martin tobing
KOLASE/Istimewa/ Taiwan News
Pasca Heboh Buku Iqro Soal Ramalan Corona, Kini Muncul Buku 1981 Terkait Virus Corona yang Mematikan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID -  Sebuah buku fiksi terbitan tahun 1981 sedang menjadi perbincangan di dunia maya.

Buku berjudul The Eyes of Darkness itu membahas sebuah virus yang berasal dari Wuhan, China.

Buku ini menjadi perbincangan karena kesamaan nama dan lokasi dengan wabah COVID-19 belakangan ini.

Satu dari sekian latar di buku tersebut adalah laboratorium swasta tentara China.

Buku karya penulis asal Amerika Serikat Dean Koontz tersebut bercerita tentang Christina Evans, seorang ibu, yang melakukan perjalanan untuk mencari tahu apakah Danny, putrinya, masih hidup atau tidak.

Christina Evans kemudian melacak kondisi Danny ke sebuah fasilitas militer.

Alasan Prabowo Subianto Kecewa Meski Disambut Sorak Sorai Ratusan WNI di Natuna

Tata Cara Sensus Penduduk Online, Berlangsung hingga 31 Maret 2020

Didaulat Jadi Duta Antinarkoba, Didi Kempot Beri Pesan Khusus ke Sobat Ambyar

Zikria Dzatil Penghina Wali Kota Surabaya Bebas dari Penjara, Ungkap Satu Permohonan

Modus Klinik Aborsi Promosi di Medsos, 50 Bidan Terlibat, Raup Untung 5,5 Miliar

Dia ditahan di sana setelah tidak sengaja terinfeksi mikroorganisme buatan manusia yang dibuat di pusat penelitian di Wuhan, China.

Dalam cerita tersebut terdapat dialog antara Christina Evans dengan seorang pria bernama Carl Dombey di laboratorium tempat putranya ditahan.

Christina mengungkapkan keinginannya untuk mengetahui bagaimana Danny bisa berada di sana.

"Untuk memahami itu, anda harus kembali dua puluh bulan. Pada saat itulah seorang ilmuwan China bernama Li Chen membelot ke Amerika Serikat"

"Membawa rekaman disket tentang senjata biologis baru paling penting dan berbahaya dari China pada dekade terakhir".

Mereka menyebut barang-barang itu 'Wuhan-400' karena dikembangkan di laboratorium RDNA mereka di luar kota Wuhan dan itu adalah 400 strain mikroorganisme buatan manusia yang dibuat di pusat penelitian. "ujar Dombey dalam The Eyes of Darkness. 

Carl Dombey kemudian menjelaskan apa itu Wuhan-400.

Dombey mengatakan Wuhan-400 adalah senjata yang sempurna. Wuhan-400 hanya menjangkiti manusia, tidak bisa di makhluk hidup lain.

Seperti sifilis, Wuhan-400 tidak dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia selama lebih dari satu menit.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved