Video Berita

Mengintip Isi Rumah Adat Lampung Kedatun Keagungan

Video YouTube rumah adat Lampung Kedatun Keagungan salah satunya berada di Jalan Sultan Haji Nomor 45, Sepang Jaya, Kedaton, Bandar Lampung.

Tayang:
Penulis: Wahyu Iskandar | Editor: Heribertus Sulis
Tribunlampungwiki/Kiki Novilia
Mengintip Isi Rumah Adat Lampung Kedatun Keagungan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Video YouTube rumah adat Lampung Kedatun Keagungan salah satunya berada di Jalan Sultan Haji Nomor 45, Sepang Jaya, Kedaton, Bandar Lampung.

Ketika memasuki areal rumah adat, pengunjung akan disambut dengan gerbang besar yang terbuat dari besi.

Bahkan untuk membukanya dibutuhkan dorongan dari kedua tangan.

Di dalamnya berjejer singgasana sang tokoh adat, ukiran-ukiran kayu, sepaket kolintang atau alat musik khas Lampung, pakaian-pakaian adat, meriam serta ribuan benda antik lainnya.

VIDEO Stasiun Kereta Api Tanjung Karang, Stasiun Bersejarah di Lampung

VIDEO Mengintip Rumah Sesat Agung Perwatin Aneg Jagabaya

Ketua DPRD DKI Marahi Kadisbud Sambil Gebrak Meja: Kalau Gubernur Salah Kasih Tahu

Miliarder Jatuh Miskin, Kini Hidup Sebagai Tukang Sampah

Punya Segudang Filosofi

Kedatun Keagungan merupakan rumah adat atau istana adat yang diwariskan secara turun-temurun oleh keturunan Lampung pepadun.

Rumah panggung yang terbuat dari kayu tersebut menjadi syarat menjadi seorang Suttan atau raja secara adat.

Tonton juga video YouTube lainnya di bawah ini.

Rumah tersebut menjadi tempat tinggal sekaligus tempat sang raja beserta keluarga dan kerabatnya bermusyawarah.

Seperti budaya-budaya Lampung pada umumnya, nuansa pembinaan rohani atau jiwa di Kedatun Keagungan terasa sangat kental.

Semua aspek yang ada di sana mengandung filosofi-filosofi yang sarat akan makna.

Contohnya, luas ruangan yang ada di Kedatun Keagungan adalah 17 x 12 meter.

12 melambangkan isi jiwa manusia sedangkan 17 melambangkan 17 Agustus dan 17 Ramadan.

Anak tangga pun tak luput dari filosofi.

Jumlahnya yang mencapai 19 buah melambangkan bismilahirahmanirahim.

Artinya, setiap orang harus melewati satu fase ke fase lainnya secara bertahap dan diharapkan menuju tempat yang lebih baik.

Tonton juga video YouTube lainnya di bawah ini.

Pembagian Ruangan

Kedatun Keagungan terbagi menjadi dua lantai.

Lantai pertama digunakan sebagai ruang tamu atau pusiban.

Ruangannya didesain secara terbuka dan kursinya disusun memanjang.

Tak hanya itu, tepatnya di sisi kiri, terdapat kolintang atau seperangkat alat musik khas Lampung.

Setelah menjelajahi lantai satu, pengunjung bisa naik ke ruangan utama di lantai dua.

Di dalamnya terdapat banyak lemari-lemari berisi benda-benda antik seperti baju adat, keramik, serta pernak-pernik lainnya.

Dilengkapi pula dengan banyak kursi-kursi berusia ratusan tahun.

Sayangnya, pemeliharaan yang terbatas membuat ruangan tersebut sedikit kurang tertata.

Banyak barang yang tumpang tindih dan diselimuti debu.

Kedepannya, benda-benda tersebut akan dipindahkan ke museum yang terletak persis di samping gerbang Kedatun Keagungan.

Hanya saja, belum dapat dipastikan kapan waktunya, karena membutuhkan banyak tenaga dan waktu.

Laboratorium Pendidikan Budaya Lampung

Dahulu, Kedatun Keagungan difungsikan layaknya rumah pribadi seorang raja.

Mulai dari tempat tinggal, tempat musyawarah, tempat pertemuan dengan keluarga serta kerabat.

Namun, rumah adat berusia ratusan tahun tersebut kini dialihfungsikan sebagai laboratorium pendidikan budaya Lampung.

Jumlah koleksi yang mencapai ribuan seperti baju adat, singgasana, kursi, keramik, senjata, dan lain-lain menyimpan banyak pengetahuan yang bisa digali oleh pengunjung.

Baik mahasiswa, dosen, sampai profesor baik dalam dan luar negeri pernah berkunjung kesini.

Sejauh ini Kedatun Keagungan sudah disambangi sedikitnya 24 duta besar, 5 profesor dari Japan University, Tokyo University, Monash University, Kelantan University, serta lebih dari 10 profesor dalam negeri.

Meski begitu, bukan berarti masyarakat biasa tidak diperkenankan menyambanginya.

Kedatun Keagungan terbuka menerima siapapun dari kalangan manapun yang datang berkunjung.

Mereka hanya perlu konfirmasi terlebih dahulu dan menyesuaikan jadwal.

Pengamanan Batin

Memiliki koleksi antik hingga berjumlah ribuan, pewaris Kedatun Keagungan tidak melakukan pengamanan secara khusus.

Mereka sepenuhnya menyerahkan tempat bersejarah beserta isinya tersebut kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sejauh ini bahkan belum pernah ada kejadian koleksi hilang atau berkurang.

Meski begitu, Kedatun Keagungan rutin dibersihkan satu tahun sekali serta pemangkasan rumput terutama di saat musim hujan.

Tonton juga video YouTube lainnya di bawah ini.

Dengan bangunan dan ornamennya yang cantik, banyak orang memutuskan untuk menjadikan Kedatun Keagungan sebagai tempat mengabadikan momen.

Mulai dari pemotretan prewedding, objek foto sampai syuting video.

Untuk berbagai keperluan tersebut, Kedatun Keagungan belum menetapkan kebijakan khusus.

Ada yang sukarela membayar, dan ada juga yang tidak.

Berdasarkan pantauan Tribunlampungwiki.com, Kedatun Keagungan bahkan biasa digunakan sebagai tempat kunjungan ajang peagent seperti Muli Mekhanai dan lain-lain.

Tak Tersentuh Pemerintah

Terbuka untuk umum dan kerap dikunjungi oleh wisatawan mancanegara, ternyata pengelolaan yang ada di Kedatun Keagungan masih bersifat pribadi.

Mulai dari pemeliharaan tempat, koleksi dan seluruh biaya operasionalnya ditanggung oleh keluarga generasi ke-18 tersebut.

Belum ada bantuan apapun baik dari pemerintah kota maupun provinsi untuk melestarikan salah satu cagar budaya Lampung tersebut.

Padahal, seringnya Kedatun Keagungan menerima wisatawan dari mancanegara, hal tersebut bisa meningkatkan perekonomian Lampung.

Baik meningkatkan pendapatan hotel setempat, meningkatkan pendapatan UMKM yang menjual oleh-oleh khas Lampung sampai pendapatan tempat-tempat wisata lainnya. (Tribunlampungwiki.com/Kiki Novilia)

Videografer Tribunlampung.co.id/Wahyu Iskandar 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved