Tribun Lampung Utara

Kisah 2 Siswa SD di Lampura Memulung Setiap Pulang Sekolah, Relakan Masa Kanak-kanak Demi Bantu Ibu

Setibanya di rumah, Ita bersama dengan adiknya langsung membawa sebuah karung yang dipakai untuk mengumpulkan barang bekas.

Tribunlampung.co.id/Anung
Ita Yuliana (9) dan Suryani (11). Kisah 2 Siswa SD di Lampura Memulung Setiap Pulang Sekolah, Relakan Masa Kanak-kanak Demi Bantu Ibu 

Pulang sekolah langsung berangkat ke perempatan lampu merah kebun empat mengumpulkan barang bekas.

Barang yang dipungut seperti botol air mineral dan kardus.

Tresnawati, Ibunya mengungkapkan, sebenarnya ia tidak tega melihat anaknya bekerja sebagai pemulung.

Namun, selaku orangtua tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan ekonomi yang membuat anaknya yang masih kecil harus berhadapan dengan kerasnya dunia.

"Saya terkadang merasa sedih, seharusnya Ita dan Suryani bermain dan belajar seperti anak anak lainnya. Tapi mereka harus berjuang membantu saya mencari nafkah untuk sehari hari,” jelasnya.

Dirinya mengaku selama ini, keluarga tidak pernah merasakan bantuan dari pemerintah, baik itu bantuan kesehatan, beras maupun lainnya.

Sedangkan bantuan itu sangat diharapkan.

"Kalau anak lagi sakit, paling dirawat di rumah, Mau berobat tidak ada uang. Kartu BPJS dari pemerintah juga tidak ada," kesahnya.

Ia berharap pemerintah daerah bisa mendengar keluh kesahnya.

Sebab, Selama ini apapun jenis program pemerintah tidak pernah dirasakan olehnya. (Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)

Penulis: anung bayuardi
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved