Batu Bara Ilegal Masuk Lampung

Batu Bara Ilegal dari Tanjung Enim Dihargai Rp 700 Ribu per Ton

Batubara diambil dari daerah Tanjung Enim, Sumatera Selatan untuk dijual ke Cilegon, Banten.

KOMPAS/ADI SUCIPTO
Ilustrasi batu bara - Batu Bara Ilegal dari Tanjung Enim Dihargai Rp 700 Ribu per Ton 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Romanasyah Zebua salah satu pemilik batu bara ilegal, menerangkan usahanya baru saja dilakukan pada Januari tahun 2020.

Ia mengaku usahanya dilakukan secara ilegal, tidak ada izin dari pihak terkait.

Batubara diambil dari daerah Tanjung Enim, Sumatera Selatan untuk dijual ke Cilegon, Banten.

Dalam menjalankan usahanya, Ia menggunakan angkutan mobil.

Harga jual batu bara, terang Dia dihargai Rp 700 ribu per ton.

BREAKING NEWS Polres Lampung Utara Amankan 5 Orang dan 3 Fuso Pengangkut Batu Bara Ilegal

Jefri Mengaku Dapat Upah Rp 500 Ribu Sekali Angkut Batu Bara Ilegal dari Tanjung Enim ke Cilegon

BREAKING NEWS Pakai Kemeja Putih, Bupati Nonaktif Lampung Utara Jalani Sidang Perdana

Foto-foto Bupati Nonaktif Lampung Utara Tiba di PN Tanjungkarang, Disambut Pelukan Keluarga

Usaha yang dilakukannya salah, ia pun mengakuinya. “

Saya tahu ini salah. Tapi ini juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya,Senin 24 Februari 2020.

Dapat Upah Rp 500 Ribu

Jefri Solehan, salah satu sopir yang mengangkut batu bara ilegal, mengaku dirinya mendapatkan uang sebesar Rp 500 ribu untuk sekali jalan.

Uang tersebut dipakai untuk keperluannya selama perjalanan.

Halaman
1234
Penulis: anung bayuardi
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved