Gerakan Cegah Corona di Bandar Lampung

7 Langkah Cuci Tangan yang Baik dan Benar, Upaya Cegah Virus Corona

Kepala Puskemas Palapa, Kecamatan Tanjungkarang Pusat mengajari cara mencuci tangan yang baik dan benar, upaya menghindari virus corona.

Tribunlampung.co.id/Sulis
dr Sara Diah dan rekannya mempraktekkan cara cuci tangan pakai sabun. 7 Langkah Cuci Tangan yang Baik dan Benar, Upaya Cegah Virus Corona 

Jika sehat, tidak perlu memakai masker.

Biarlah masker diprioritaskan bagi orang sakit atau yang membutuhkan.

"Misal kita berada dalam pertemuan yang dihadiri 500-1.000 orang, barulah mungkin kita perlu mengenakan masker atau sedang bepergian jauh," ujarnya.

Hidup Sehat

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Bandar Lampung Eva Dwiana ikut mengimbau masyarakat khususnya kaum perempuan dalam keluarga untuk menjaga pola hidup sehat.

Tujuannya agar terhindar dari penyakit, termasuk virus corona yang kini menjadi perhatian besar seiring adanya dua warga Depok, Jawa Barat, yang positif corona.

"Jaga pola hidup sehat. Makan makanan yang sehat seperti sayuran, termasuk mulai rajin makan dan minum yang tradisional," kata Eva.

Ia menjelaskan, hidup sehat bukan berarti harus mahal.

Dengan makanan dan minuman tradisional yang harga bahannya relatif terjangkau, menurut dia, justru bermanfaat besar untuk mencegah penyakit.

"Jahe, temulawak, serai, itukanbanyak khasiatnya untuk kesehatan. Jadi, hidup sehat itu tidak harus mahal," ujarnya.

Selain itu, Eva mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

Dengan lingkungan yang sehat, kata Eva, sistem kekebalan tubuh akan ikut terjaga.

"Besok (hari ini) mari kita bersama-sama melakukan Gerakan Cegah Corona dengan cara hidup sehat. Launching-nya terpusat di Kecamatan Tanjungkarang Pusat, khususnya Kelurahan Kaliawi. Saya mengimbau masyarakat khususnya Kaliawi untuk ikut gerakan hidup sehat ini," katanya.

Imun Tubuh

Benarkah rempah tradisional sangat bermanfaat untuk imunitas tubuh?

Dokter spesialis gizi Tutik Ernawati mengungkapkan, rempah-rempah atau bumbu dapur Indonesia memang mampu mendukung peningkatan imun atau kekebalan dalam tubuh manusia.

"Rempah-rempah memiliki antioksidan tinggi. Antioksidan ini mampu membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Rempah bumbu dapur itu antara lain jahe, kunyit, temulawak," kata dokter yang bertugas di RSUD A Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung ini.

Tutik menjelaskan, penggunaan rempah-rempah tersebut dapat direbus seperti pembuatan wedang jahe.

Meski begitu, rempah-rempah tersebut secara klinis tidak dapat diramu sebagai obat.

Hal ini dikarenakan penggunaan rempah tidak seperti obat yang memiliki dosis dan takaran jelas.

Ia juga mengatakan, peningkatan imun tubuh manusia harus diimbangi dengan asupan gizi seimbang.

Selain antioksidan dan gizi seimbang, gaya hidup sehat dapat memperkuat pertahanan tubuh.

"Perlu diketahui juga antioksidan tidak terbatas hanya dalam rempah-rempah, dalam sayur dan buah juga terdapat antioksidan. Kemudian gaya hidup sehat dan istirahat cukup memengaruhi peningkatan daya tahan tubuh," jelas Tutik.

RSUDAM Siap

Semua di Lampung pihak menyatakan siap menangani pasien ataupun suspect virus corona.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Hery Djoko Subandriyo menjelaskan, RS sudah siap 100 persen menangani pasien virus corona.

"Ruang isolasi sudah siap sejak lama. Dokter dan peralatan juga sudah siap. Tidak perlu khawatir dengan kasus tersebut. Sejauh ini belum ditemukan pasien positif terjangkit virus corona," katanya.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi juga menegaskan jika sampai saat ini belum ada masyarakat Lampung yang terkena virus corona.

Meski begitu, Pemprov Lampung siaga terhadap penyebaran virus ini.

Tiga rumah sakit sudah disiapkan, yakni RSUDAM Bandar Lampung, RS Ahmad Yani Metro, dan RS Bob Bazar Kalianda Lampung Selatan.

Pihak RS Ryacudu Kotabumi juga ikut menyiapkan ruang isolasi bagi warga yang terkena virus corona, meski batal menjadi rumah sakit rujukan.

"Kita juga menyiapkan tenaga dokter, serta peralatan penunjang. Kami siap menangani pasien yang terjangkit virus corona," kata dr Syah Indra Husada Lubis, Plt Direktur RSUD Ryacudu Kotabumi

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana menuturkan, selain menyiapkan rumah sakit rujukan, pemerintah juga melakukan screening di tempat publik atau pintu masuk ke Provinsi Lampung.

Seperti di Pelabuhan Panjang Bandar Lampung, Labuhan Maringgai Lampung Timur, dan Pelabuhan Teluk Semangka Tanggamus.

Sementara di bandara sudah ada alat thermal scanner untuk memeriksa suhu tubuh penumpang.

Ia menjelaskan, sebelumnya ada pemantauan kepada 1.431 orang selama 14 hari.

Namun mereka semua tidak menunjukkan tanda-tanda tertular virus corona.

"Sekarang ini juga ada pemantauan terhadap 1.531 orang di semua daerah. Paling banyak dipantau di Bandar Lampung, Lamteng, Lamtim. Paling sedikit di Mesuji. Dengan tenaga kesehatan yang telah dipersiapkan, semua rumah sakit sudah bersiap-siap," beber dia.

Diskes Lampung Selatan juga telah melakukan langkah kesiapsiagaan penyebaran virus corona (covid-19).

Dinas kesehatan telah mengeluarkan surat edaran kepala dinas kepada puskesmas, klinik swasta dan rumah sakit terkait kesiapsiagaan upaya pencegahan penyebaran virus ini.

Dinas Kesehatan bersama RSUD Bob Bazar juga sudah menyiapkan ruang isolasi khusus bagi pasien yang terindikasi kena virus corona.

“Dinas juga sudah menyebarkan informasi tentang pedoman kesiapsiagaan menghadapi infeksi virus corona yang meliputi tindakan surveilans dan respons manajemen klinis, pemeriksaan laboratorium serta komunikasi risiko kepada seluruh puskesmas dan rumah sakit,” kata Kabid P2P Dinas Kesehatan Lampung Selatan Kristi Endarwati, Selasa (3/3/2020).

Selain itu, ujarnya, diskes juga sudah membuat materi edukasi bagi masyarakat untuk disebarluaskan melalui berbagai media, seperti leaflet, banner, serta dalam bentuk penyuluhan kepada masyarakat oleh puskesmas.

“Kita juga berkoordinasi dengan pihak KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) Panjang untuk notifikasi WNI dan WNA yang melakukan perjalanan dari negara terjangkit. Kemudian dilakukan pemantauan status kesehatan oleh puskesmas selama 14 hari kedatangan,” ujar Kristi.

Untuk pemantauan ini, kata dia, beberapa waktu lalu telah dilakukan dengan hasil jumlah WNI dan WNA yang dinotifikasi melakukan perjalanan ke negara terjangkit corona dalam kurun 27 Januari hingga 1 Maret lalu sebanyak 185 orang.

“Hasilnya 132 orang sudah dipantau selama 14 hari dan kondisinya sehat. Sementara 53 orang masih dalam masa pemantauan kesehatan,” kata Kristi.

Ditanggung Pemerintah

Kabid SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Bandar Lampung Nurman mengatakan, pembiayaan penanggulangan terhadap virus corona ditanggung oleh pemerintah.

Ini setelah kasus tersebut ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) atau wabah.

"Setelah menjadi KLB maka pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan dibebankan pada anggaran kementerian kesehatan, pemerintah daerah, dan/atau sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Jadi tidak ditanggung BPJS Kesehatan," jelasnya.

Meski begitu ia meminta masyarakat tidak terlalu khawatir.

Sebab, biaya pengobatan sudah dijamin dan ditanggung pemerintah. (Tribunlampung.co.id/Sulis Setia M/Bayu Saputra/Yoso Muliawan/Dedi Sutomo/Anung Bayuardi/V Soma F/Debby Rizky)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved