Virus Corona
Cegah Virus Corona, Herman HN Ajak Warga Pakai Rempah Tradisional
Untuk itu, Pemkot Bandar Lampung akan meluncurkan kegiatan Gerakan Lawan Corona.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Wali Kota Bandar Lampung Herman HN mengajak masyarakat menjaga pola hidup sehat serta senantiasa meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari virus corona.
Untuk itu, Pemkot Bandar Lampung akan meluncurkan kegiatan Gerakan Lawan Corona.
Program kerja sama dengan Tim Penggerak PKK Bandar Lampung dan Tribun Lampung tersebut akan diluncurkan Rabu (4/3/2020) ini.
Gerakan Lawan Corona ini diwujudkan dalam kegiatan penyuluhan pola hidup sehat dan pembagian rempah-rempah tradisional kepada warga Bandar Lampung.
• Hindari Virus Corona Jangan Pakai Tisu Basah, Diskes: Masker Hanya untuk Orang Sakit
• Dampak Virus Corona, Investor Beralih Investasi Emas dan Yen
• Istana Negara Disteril, Menteri dan Tamu Presiden Wajib Diperiksa Suhu Tubuh
• Pagi Ini Bunda Eva Bagi-bagi Jahe dan Temulawak di Kaliawi, Benarkah Bisa Adang Virus Corona?
Rempah tradisional itu seperti jahe merah, kunyit, temulawak, serai, dan lainnya.
Pembagian akan dilakukan secara merata di seluruh kecamatan di Bandar Lampung. Untuk kegiatan Rabu pagi ini, dipusatkan di Kaliawi.
"Besok (hari ini) akan dibagikan ramuan herbal dari jahe merah, kunyit, dan beberapa bahan lokal lainnya untuk menguatkan daya tahan tubuh," kata Herman HN saat menerima kunjungan silaturahmi Tribun Lampung di ruang rapat wali kota, Selasa (3/3/2020).
Herman juga meminta masyarakat tidak perlu panik dan gaduh.
"Banyak olahraga supaya badan kita tetap kuat," tambahnya.
Herman juga mengingatkan agar masyarakat bijaksana mengenakan masker.
Jika sehat, tidak perlu memakai masker.
Biarlah masker diprioritaskan bagi orang sakit atau yang membutuhkan.
"Misal kita berada dalam pertemuan yang dihadiri 500-1.000 orang, barulah mungkin kita perlu mengenakan masker atau sedang bepergian jauh," ujarnya.
Hidup Sehat
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Bandar Lampung Eva Dwiana ikut mengimbau masyarakat khususnya kaum perempuan dalam keluarga untuk menjaga pola hidup sehat.
Tujuannya agar terhindar dari penyakit, termasuk virus corona yang kini menjadi perhatian besar seiring adanya dua warga Depok, Jawa Barat, yang positif corona.
"Jaga pola hidup sehat. Makan makanan yang sehat seperti sayuran, termasuk mulai rajin makan dan minum yang tradisional," kata Eva.
Ia menjelaskan, hidup sehat bukan berarti harus mahal.
Dengan makanan dan minuman tradisional yang harga bahannya relatif terjangkau, menurut dia, justru bermanfaat besar untuk mencegah penyakit.
"Jahe, temulawak, serai, itukanbanyak khasiatnya untuk kesehatan. Jadi, hidup sehat itu tidak harus mahal," ujarnya.
Selain itu, Eva mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.
Dengan lingkungan yang sehat, kata Eva, sistem kekebalan tubuh akan ikut terjaga.
"Besok (hari ini) mari kita bersama-sama melakukan Gerakan Cegah Corona dengan cara hidup sehat. Launching-nya terpusat di Kecamatan Tanjungkarang Pusat, khususnya Kelurahan Kaliawi. Saya mengimbau masyarakat khususnya Kaliawi untuk ikut gerakan hidup sehat ini," katanya.
Imun Tubuh
Benarkah rempah tradisional sangat bermanfaat untuk imunitas tubuh?
Dokter spesialis gizi Tutik Ernawati mengungkapkan, rempah-rempah atau bumbu dapur Indonesia memang mampu mendukung peningkatan imun atau kekebalan dalam tubuh manusia.
"Rempah-rempah memiliki antioksidan tinggi. Antioksidan ini mampu membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Rempah bumbu dapur itu antara lain jahe, kunyit, temulawak," kata dokter yang bertugas di RSUD A Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung ini.
Tutik menjelaskan, penggunaan rempah-rempah tersebut dapat direbus seperti pembuatan wedang jahe.
Meski begitu, rempah-rempah tersebut secara klinis tidak dapat diramu sebagai obat.
Hal ini dikarenakan penggunaan rempah tidak seperti obat yang memiliki dosis dan takaran jelas.
Ia juga mengatakan, peningkatan imun tubuh manusia harus diimbangi dengan asupan gizi seimbang.
Selain antioksidan dan gizi seimbang, gaya hidup sehat dapat memperkuat pertahanan tubuh.
"Perlu diketahui juga antioksidan tidak terbatas hanya dalam rempah-rempah, dalam sayur dan buah juga terdapat antioksidan. Kemudian gaya hidup sehat dan istirahat cukup memengaruhi peningkatan daya tahan tubuh," jelas Tutik.
RSUDAM Siap
Semua di Lampung pihak menyatakan siap menangani pasien ataupun suspect virus corona.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Hery Djoko Subandriyo menjelaskan, RS sudah siap 100 persen menangani pasien virus corona.
"Ruang isolasi sudah siap sejak lama. Dokter dan peralatan juga sudah siap. Tidak perlu khawatir dengan kasus tersebut. Sejauh ini belum ditemukan pasien positif terjangkit virus corona," katanya.
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi juga menegaskan jika sampai saat ini belum ada masyarakat Lampung yang terkena virus corona.
Meski begitu, Pemprov Lampung siaga terhadap penyebaran virus ini.
Tiga rumah sakit sudah disiapkan, yakni RSUDAM Bandar Lampung, RS Ahmad Yani Metro, dan RS Bob Bazar Kalianda Lampung Selatan.
Pihak RS Ryacudu Kotabumi juga ikut menyiapkan ruang isolasi bagi warga yang terkena virus corona, meski batal menjadi rumah sakit rujukan.
"Kita juga menyiapkan tenaga dokter, serta peralatan penunjang. Kami siap menangani pasien yang terjangkit virus corona," kata dr Syah Indra Husada Lubis, Plt Direktur RSUD Ryacudu Kotabumi
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana menuturkan, selain menyiapkan rumah sakit rujukan, pemerintah juga melakukan screening di tempat publik atau pintu masuk ke Provinsi Lampung.
Seperti di Pelabuhan Panjang Bandar Lampung, Labuhan Maringgai Lampung Timur, dan Pelabuhan Teluk Semangka Tanggamus.
Sementara di bandara sudah ada alat thermal scanner untuk memeriksa suhu tubuh penumpang.
Ia menjelaskan, sebelumnya ada pemantauan kepada 1.431 orang selama 14 hari.
Namun mereka semua tidak menunjukkan tanda-tanda tertular virus corona.
"Sekarang ini juga ada pemantauan terhadap 1.531 orang di semua daerah. Paling banyak dipantau di Bandar Lampung, Lamteng, Lamtim. Paling sedikit di Mesuji. Dengan tenaga kesehatan yang telah dipersiapkan, semua rumah sakit sudah bersiap-siap," beber dia.
Diskes Lampung Selatan juga telah melakukan langkah kesiapsiagaan penyebaran virus corona (covid-19).
Dinas kesehatan telah mengeluarkan surat edaran kepala dinas kepada puskesmas, klinik swasta dan rumah sakit terkait kesiapsiagaan upaya pencegahan penyebaran virus ini.
Dinas Kesehatan bersama RSUD Bob Bazar juga sudah menyiapkan ruang isolasi khusus bagi pasien yang terindikasi kena virus corona.
“Dinas juga sudah menyebarkan informasi tentang pedoman kesiapsiagaan menghadapi infeksi virus corona yang meliputi tindakan surveilans dan respons manajemen klinis, pemeriksaan laboratorium serta komunikasi risiko kepada seluruh puskesmas dan rumah sakit,” kata Kabid P2P Dinas Kesehatan Lampung Selatan Kristi Endarwati, Selasa (3/3/2020).
Selain itu, ujarnya, diskes juga sudah membuat materi edukasi bagi masyarakat untuk disebarluaskan melalui berbagai media, seperti leaflet, banner, serta dalam bentuk penyuluhan kepada masyarakat oleh puskesmas.
“Kita juga berkoordinasi dengan pihak KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) Panjang untuk notifikasi WNI dan WNA yang melakukan perjalanan dari negara terjangkit. Kemudian dilakukan pemantauan status kesehatan oleh puskesmas selama 14 hari kedatangan,” ujar Kristi.
Untuk pemantauan ini, kata dia, beberapa waktu lalu telah dilakukan dengan hasil jumlah WNI dan WNA yang dinotifikasi melakukan perjalanan ke negara terjangkit corona dalam kurun 27 Januari hingga 1 Maret lalu sebanyak 185 orang.
“Hasilnya 132 orang sudah dipantau selama 14 hari dan kondisinya sehat. Sementara 53 orang masih dalam masa pemantauan kesehatan,” kata Kristi.
Ditanggung Pemerintah
Kabid SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Bandar Lampung Nurman mengatakan, pembiayaan penanggulangan terhadap virus corona ditanggung oleh pemerintah.
Ini setelah kasus tersebut ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) atau wabah.
"Setelah menjadi KLB maka pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan dibebankan pada anggaran kementerian kesehatan, pemerintah daerah, dan/atau sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Jadi tidak ditanggung BPJS Kesehatan," jelasnya.
Meski begitu ia meminta masyarakat tidak terlalu khawatir.
Sebab, biaya pengobatan sudah dijamin dan ditanggung pemerintah. (Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra/Yoso Muliawan/Sulis Setia M//Dedi Sutomo/Anung Bayuardi/V Soma F/Debby Rizky)