Virus Corona

Istana Negara Disteril, Menteri dan Tamu Presiden Wajib Diperiksa Suhu Tubuh

Pasca pengumuman resmi dari Presiden Joko Widodo terkait dua warga Depok, Jawa Barat diduga terjangkit virus corona, Istana Negara disterilisasi.

Istimewa
Ilustrasi - Presiden Jokowi berfoto bersama jajaran menteri di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019). Pasca pengumuman resmi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait dua warga Depok, Jawa Barat diduga terjangkit virus corona, Istana Negara disterilisasi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Pasca pengumuman resmi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait dua warga Depok, Jawa Barat diduga terjangkit virus corona, Istana Negara disterilisasi.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menjelaskan, mulai Selasa (3/3/2020), Istana menerapkan pengukuran suhu tubuh bagi siapa pun yang akan memasuki lingkungan Istana.

"Jadi sejak kemarin diputuskan oleh Kepala Sekretariat Presiden, Danpaspampres, juga Sekretaris Militer bahwa mulai hari ini dilakukan pencegahan penyebaran virus korona di Istana yaitu dengan pengukuran suhu tubuh," ujarnya.

Pengukuran suhu tubuh tersebut diberlakukan baik kepada pejabat (termasuk menteri), pegawai, juga tamu-tamu Presiden yang akan masuk ke lingkungan Istana.

Dampak Virus Corona, Investor Beralih Investasi Emas dan Yen

Seluruh Pasien Virus Corona di Vietnam Sembuh, Seperti Apa Cara Penanganannya?

Total Aset Jiwasraya Disita Rp 11 Triliun, Termasuk Perhiasan Rp 250 Juta

Kombes Polisi Asep Adi: Kita Tindak Tegas Penyebar Hoaks Virus Corona

"Untuk pejabat dan semua yang akan ke Istana, termasuk pegawai, paspampres, juga teman-teman wartawan. Semua yang masuk ke kompleks Istana akan diperiksa," ucap Bey.

Upaya pencegahan tersebut akan dijalankan setidaknya selama dua minggu ke depan sebagai bahan evaluasi.

Selain itu, pihak Istana juga akan memantau perkembangan wabah korona secara nasional untuk mempertimbangkan apakah upaya pencegahan tersebut dapat terus dilakukan.

Sementara itu, Juru bicara (jubir) untuk penanganan virus corona (Covid-19) Achmad Yurianto memastkan kondisi dua warga Indonesia yang positif terjangkit virus corona (Covid-19) dalam keadaan baik.

"Dua orang WNI kita yang confirmed positif, kondisinya bagus," kata Achmad Yurianto.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan ini resmi ditunjuk istana sebagai juru bicara (jubir) untuk penanganan virus corona.

Ia menjelaskan, kedua pasien tersebut tak mengalami gejala sesak napas sehingga tak diperlukan selang tabung oksigen untuk membantu penapasan.

Bahkan, kedua pasien tak mengalami sesak napas sama sekali.

"Tidak memerlukan infus karena memang tidak ada kedaruratan. Dan kemudian keluhan terakhir hanya masih batuk, tidak panas sama sekali. Ini yang kondisi fisiknya," ungkapnya.

Yurianto menambahkan, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap anggota keluarga pasien positif virus corona.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved