Pilkada Serentak 2020
Indeks Kerawanan Pemilu di Lampung, Pesawaran Paling Rawan
Bawaslu Provinsi Lampung petakan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) di Lampung.
Penulis: kiki adipratama | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung petakan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) di Lampung.
Hasilnya, Kabupaten Pesawaran tercatat memiliki potensi kerawanan pemilu terbesar dari Kabupaten/Kota Lainnya dengan IKP 56,34 persen.
Sementara itu, kabupaten lainnya tercatat lebih rendah dari Kabupaten Pesawaran.
Diantaranya, Kabupaten Lampung Tengah 54,30 persen, Lampung Timur 52, 44 persen, Lampung Selatan 50,23 persen, Bandar Lampung 49,41 persen, Kota Metro 47,07 persen, Way Kanan 45,96 persen, Pesisir Barat 46,52 persen.
Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Fatikhatul Khoiriyah mengatakan, indeks kerawanan pemilu dari pengawas pemilu di 8 Kabupaten/ Kota hasilnya menunjukan Lampung tidak dalam kondisi rawan.
• Soal Dukungan Calon Independen, Bawaslu Bandar Lampung: Harus Terdata di DPT
• KPU Pesawaran Beri Perhatian Khusus 9 Calon PPK, Diindikasi Bawaslu Terlibat Parpol
• TPS di Kota Metro Bertambah, Pilkada 2020 Jadi 245 TPS
• KPU Lampung Petakan Ada 8.087 TPS pada Pilkada Serentak 2020
Namun demikian, ada beberapa Kabupaten/Kota yang menjadi fokus Bawaslu Lampung untuk pencegahan terhadap potensi kerawanan pemilu.
"Kita tidak masuk dalam kategori rawan, IKP ini bukan satu-satu nya alat pencegahan, tapi setidaknya ini menjadi alat identifikasi di titik rawan mana yang akan terjadi di kabupaten ini, nah itu lah yang akan menjadi fokus kita," ungkapnya saat Ekspose IKP di Tokopie Lepie jl Rya Cudu Korpri Bandar Lampung, Rabu (4/3/2020).
Khoiriyah menyatakan, dari beberapa Kabupaten tersebut Pesawaran menjadi fokus utama dalam pengawasan.
Pasalnya, IKP terbesar menunjukan Pesawaran memiliki potensi paling besar terjadi kecurangan pemilu.
"Kabupaten Pesawaran ini teridentifikasi rawan, ini masuk dalam subjek yang sedang kita tindaklanjuti," sebutnya.
Kordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Lampung Iskardo menambahkan, Pesawaran menjadi daerah paling tinggi dalam IKP dikarenakan peta kontestasi politik terbanyak yang di ikuti oleh Bakal Calon (Balon).
Dari kompetisi antar balon itu lah, terdapat potensi kecurangan politik.
"Kontestasi politik bakal calon itu tinggi, pesawaran itu paling pertama ada banyak baner (alat praga) yang mau nyalon, dari kompetisi antar calon itu potensi kerawanan tinggi," ungkapnya.
Selain itu, Iskardo juga menyebutkan, partisipasi masyarakat dalam kontestasi politim di Pesawaran masuk dalam kategori rendah.
Partisipasi politik masyarakat hanya berkisar 69,35 persen.
"Partisipasi nya juga dalam kategori rendah, nah ini menjadi fokus kita untuk melakukan pencegahan," tandasnya
(Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ekspose-bawaslu-lampung.jpg)