Tribun Bandar Lampung

Pemadam Kebakaran Akan Berdiri Sendiri, Terpisah dari BPBD

Selama ini pemadam kebakaran berada di bawah naungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung.

Dokumentasi Tribunlampung.co.id
Ilustrasi - Tak lama lagi, pemadam kebakaran akan menjadi SKPD sendiri yang terpisah dari BPBD Bandar Lampung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tak lama lagi, pemadam kebakaran akan berdiri sendiri sebagai satuan kerja perangkat daerah.

Selama ini pemadam kebakaran berada di bawah naungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bandar Lampung Sutarno mengatakan, dalam rakornas yang dihadirinya di Bantul, Yogyakarta, beberapa waktu lalu, salah satu hasilnya adalah pemadam kebakaran harus berdiri sebagai SKPD sendiri.

"Jadi ke depannya sesuai Peraturan Mendagri Nomor 16 Tahun 2020, pemadam kebakaran harus berdiri sendiri, tidak boleh menginduk di bawah Pol PP atau BPBD," ungkap Sutarno kepada Tribunlampung.co.id, Selasa (3/3/2020).

Damkar Habiskan 122.500 Liter Air untuk Padamkan Kebakaran Toko Cat di Pringsewu

8 Jam Tim Damkar BPBD Berjibaku Padamkan Api yang Melalap Toko Cat di Pringsewu

Warung Dana di Bandar Lampung Dibobol, Uang Rp 60 Juta Dalam Brankas Raib

Hindari Virus Corona Jangan Pakai Tisu Basah, Diskes: Masker Hanya untuk Orang Sakit

Salah satu alasannya adalah tingginya frekuensi kebakaran yang terjadi di Bandar Lampung.

"Di mana untuk hutan dan lahan kata kuncinya bencana dan permukiman itu musibah yang dilihat dari tingkat aktivitasnya, jumlah penduduk dan jumlah bangunan fisiknya," terang dia.

Permendagri Nomor 16 Tahun 2020 tersebut, sambung dia, menjadi payung hukum pembentukan dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan di tingkat di tingkat provinsi, kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Selain itu juga bakal dibentuk tim relawan di tiap kecamatannya yang bakal membantu petugas pemadam kebakaran.

"Relawan ini nantinya berfungsi di daerahnya masing-masing, sebelum bantuan pemadam kebakaran itu datang mereka sudah bisa berbuat," kata Sutarno.

Relawan ini nantinya setelah dibentuk akan dididik dan diberi pelatihan terkait tugasnya sebagai pemadam kebakaran di lini terdepan sebelum petugas datang ke lokasi.

"Mereka akan kita didik dan juga dilatih," ujarnya.

Meski begitu, pihaknya masih menunggu payung hukumnya turun.

Karena saat ini masih proses di Kementerian Hukum dan HAM untuk diundangkan.

"Masih menunggu proses sosialisasi dan kemudian diedarkan. Setiap daerah diberi waktu maksimal satu tahun sejak permendagri tersebut diundangkan," terang Sutarno.

Terkait pembentukan dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan ini, Mendagri Tito Karnavian dalam upacara peringatan HUT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Nasional ke-101 di Bantul juga mengharapkan modernisasi sarana prasarana, peningkatan kinerja aparatur, peningkatan budaya kerja aparatur pemadam kebakaran, serta perbaikan manajemen data secara terintegrasi dan dapat dipertanggungjawabkan. (Tribunlampung.co.id/Sulis Setia M)

Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved