Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Kembali Dibuka, Sempat Ditutup untuk Sterilisasi

Pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah pada Jumat (6/3/2020).

Tayang:
SERAMBINEWS.COM/MURSAL ISMAIL
Ilustrasi Masjidil Haram. Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Kembali Dibuka, Sempat Ditutup untuk Sterilisasi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah pada Jumat (6/3/2020).

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi sempat menutup dua tempat suci umat Islam tersebut.

Penutupan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi bertujuan untuk sterilisasi demi menghambat penyebaran virus corona.

Dikutip Tribunnews.com (grup Tribunlampung.co.id) dari saluran televisi pemerintah Al-Ekhbariya, Pemerintah Arab Saudi menutup Masjidil Haram dan Masjid Nabawi bagi jemaah umrah dan turis dari sekitar 25 negara.

Ceramah Ustaz Abdul Somad - Virus Corona Ujian atau Azab?

Kisah 2 Prajurit Kostrad Duel Hidup Mati dengan Si Rambut Kribo

Pengakuan Kejam 3 Pembunuh Pengusaha Tepung, Mayat Korban Sempat Ditekuk

Kakek Lansia Rampok Toko Emas Siang Bolong, Tembak Kaki Petugas yang Menghadangnya

Hal tersebut guna menghambat penyebaran virus corona.

Dikatakan, warga dan penduduk Dewan Kooperasi Teluk yang ingin masuk ke negara itu, harus menunggu 14 hari setelah kembali dari luar wilayah tersebut.

Laporan Al-Ekhbariya tidak secara jelas menyebutkan, apakah para jemaah akan diizinkan kembali ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Sebelumnya, negara kerajaan itu melarang warga asing, termasuk dari Indonesia, melakukan perjalanan umrah ke Mekah dan Madinah.

Saluran televisi pemerintah Al-Ekhbariya melaporkan, Pemerintah Arab Saudi menutup Masjidil Haram dan Masjid Nabawi bagi jemaah umrah dan turis, dari sekitar 25 negara untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Umrah atau ziarah umat Islam ke Mekah biasanya dapat dilakukan setiap saat sepanjang tahun.

Sekitar 800 ribu orang Indonesia menjalani ibadah umrah setiap tahun.

Menurut kantor berita Reuters, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, pada akhir Februari lalu juga, menangguhkan visa bagi wisatawan dari negara-negara di mana virus corona mewabah.

Pemerintah Arab Saudi mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke negara-negara di mana virus corona menyebar.

Bahkan ketika jumlah kasus baru menurun di episentrum wabah virus corona di China, peningkatan mendadak terjadi di beberapa bagian Asia, Eropa, dan Timur Tengah. 

Ibadah haji diyakini tetap terlaksana

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved