Amukan Gajah Liar di Pesisir Barat
Diseruduk dari Belakang, Ujar Beruntung Berhasil Lolos dari Amukan Gajah Liar
Salah satu warga bernama Ujar Padi bin Kastari, Tiba-tiba ditabrak kawanan gajah dari arah belakang.
Penulis: Ade Irawan | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung Ade Irawan
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LIWA - Gajah liar memasuki ke Pekon Sumberejo Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) hanya berjarak 20 meter dari pemukiman warga.
Karena khawatir, ungkap Peratin Pekon Sumberejo Tomi Setiawan, masyarakat di wilayah Pemangku II tersebut langsung melakukan penghalauan dengan mengusir kawanan gajah tersebut agar tidak masuk ke pemukiman penduduk.
Namun saat melakukan penghalauan, salah satu warga bernama Ujar Padi bin Kastari, Tiba-tiba ditabrak kawanan gajah dari arah belakang.
Beruntung, warga tersebut berhasil lari dan menyelamatkan diri.
“Warga tersebut terpental, beruntung dia berhasil menyelamatkan diri dari amukan gajah,” ungkap dia.
• BREAKING NEWS Niat Menghalau, Warga Pekon Sumberejo Luka-luka Diserang Kawanan Gajah Liar
• Warga Lambar Heboh, Ada Gajah Liar Muncul di Belakang Gedung SD, Polisi: Mohon Tidak Panik
• Pasca Kesurupan Massal di SMPN 22 Bandar Lampung, Sekolah Sepi Siswa Dipulangkan Lebih Awal
• BREAKING NEWS Suasana Jelang Launching Tim Badak Lampung FC, dari Pemain hingga Suporter Sudah Hadir
Dijelaskan Tomi, akibat kejadian itu warga tersebut mengalami luka robek pada bagian dagu dan hingga kini masih kesulitan untuk bergerak.
“Warga yang terluka itu langsung dibawa ke Puskesmas setempat untuk menjalani perawatan,” jelas Tomi.
Warga Lambar Heboh, Ada Gajah Liar Muncul di Belakang Gedung SD
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN Tugu Ratu Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat (Lambar) mendadak riuh.
Riuhnya suasana itu berawal dari adanya siswa yang diduga melihat gajah liar berada di areal perkebunan yang berupa bukit di belakang sekolah tersebut.
Spontan, kejadian itu mengundang suasana gaduh warga sekitar sekolah tersebut.
Sejumlah warga langsung heboh dan berkumpul untuk memastikan kabar adanya gajah liar yang mendekati sekolah dan permukiman warga tersebut.
Tak terkecuali kepolisian dan TNI juga langsung berdatangan dan mengimbau agar masyarakat tidak panik.
Bintara Pembina Desa (Bhabinsa) Koramil Batu Brak, Koptu Dwi Winarno mengatakan, ia langsung turun ke lokasi setelah mendapatkan kabar bahwa ada gajah yang mendekati SDN Tugu Ratu.
Keterangan yang diperoleh dari warga, ada satu ekor gajah yang sempat terlihat.
”Kami belum bisa memastikan berapa jumlah gajah yang sempat terlihat tersebut, tetapi dari keterangan warga ada satu ekor," ujar Dwi, Rabu (04/03/2020).
"Kami masih akan terus memantau di sekitar lokasi, termasuk mengimbau masyarakat agar tidak panik, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas pekon setempat, Bripka Sidik H yang juga turut turun ke lokasi mengungkapkan, tidak ditemukan jejak kaki ataupun kotoran saat pihaknya terjun langsung untuk menelusuri kebenaran isu tersebut.
”Jadi sampai sekarang belum bisa kami pastikan bahwa informasi ini benar atau tidak, karena kami masih melakukan pemantauan," jelas Sidik.
"Tetapi, yang pasti dan penting sekarang ini, kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan terus berhati-hati,” tuturnya.
Peratin Pekon Tugu Ratu, Basuki mengimbau, masyarakat untuk berhati-hati saat melakukan aktivitas berkebun atau ke hutan dengan adanya informasi terkait adanya gajah.
”Meskipun sebenarnya belum bisa dipastikan karena keberadaan pastinya belum ditemukan oleh masyarakat bersama Bhabinkmatibmas dan Babinsa, namun saya mengimbau kepada masyarakat agar terus berhati-hati, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.
Kawanan Gajah Liar Gigit Petugas
Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Konflik Satwa Kecamatan Semaka, Tanggamus, melewati tantangan berat saat menggiring kawanan gajah liar, Jumat (7/2/2020) petang.
Seorang anggota Satgas terluka akibat amukan gajah dan harus menjalani operasi di rumah sakit, Sabtu (8/2/2020).
Kontak fisik gajah dengan Satgas Penanggulangan Konflik Satwa Kecamatan Semaka, Tanggamus, ini terjadi di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Register 31, Pekon Talang Asahan. Saat itu, Satgas berupaya menahan kawanan gajah di hutan lindung Register 39.
Namun, posisi gajah yang berjumlah 12 ekor ini memasuki hutan lindung Register 31 yang berbatasan dengan Kecamatan Bandar Negeri Semong, Tanggamus.
Kepala Seksi Pemerintahan Pekon Tulung Asahan, Misrun Akuan, mengungkapkan Satgas berupaya mengadang kawanan gajah di hutan marga.
Letaknya di perbatasan Pekon Tulung Asahan dengan Register 39, yang juga rute dari Register 39 ke Register 31.
"Yang menggiring hanya Satgas. Warga tidak ada yang ikut karena belum tahu," kata Misrun, Sabtu.
Misrun menjelaskan anggota Satgas yang menggiring gajah di hutan marga agar kembali ke Register 39 berjumlah lima orang.
"Mereka sekitar lima orang. Naik dari belakang balai pekon. Satu jam setelah itu (sekitar pukul 17.00 WIB) sudah ada yang ditandu. Tidak tahunya kena gigit (gajah)," ujarnya.
Saat kontak fisik terjadi, beber Misrun, 11 ekor gajah sudah berhasil digiring ke Register 39. Sementara satu ekor tertinggal.
Di tengah upaya menggiring gajah yang tertinggal ini, anggota Satgas bernama Saridi (40) terperosok dan jatuh di dekat hewan mamalia besar tersebut. Gajah lalu mengamuk hingga membuat Saridi terluka.
"Anggota Satgas berhasil menyelamatkan diri dengan mengalami luka gigitan di betis kanan," kata Misrun.
Anggota Satgas lainnya bersama warga lalu membawa Saridi menggunakan ambulans pekon ke Puskesmas Siring Betik, Kecamatan Wonosobo. Saridi lalu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang, Kota Agung.
Kemudian dirujuk lagi ke RS Airan Raya di Way Huwi, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan.
"Sekarang informasinya gajah sudah di daerah Kali Pasir, sudah jauh dari tempat kami," ujar Misrun.
Menurut Misrun, warga sempat mengadakan ronda malam setelah kejadian itu. Ronda malam ini untuk mengantisipasi gajah mendekat ke permukiman warga.
"(Sabtu) malam ini kami belum pastikan ada ronda lagi atau tidak. Sebab, posisi gajah sudah jauh. Mungkin sudah lebih masuk lagi ke daerah Kali Pasir," katanya.
Akibat luka setelah kontak fisik dengan gajah, anggota Satgas Saridi harus menjalani operasi di RS Airan Raya, Jati Agung, Lamsel, Sabtu pagi sekitar pukul 11.00 WIB.
Dokter Umum Instalasi Gawat Darurat RS Airan Raya Retno menjelaskan Saridi perlu dioperasi karena dikhawatirkan pembuluh darah di betisnya robek.
Sebagai langkah dan pencegahan awal, petugas IGD RS Airan Raya menjahit luka di betis kiri Saridi.
"Kami sudah menjahit luka pasien untuk menghindari darah terus keluar. Selain itu, kami telah memberikan antibiotik dan antitetanus kepada korban," jelas Retno. (Tribunlampung.co.id/Ade Irawan)