Kesurupan Massal di Bandar Lampung
Pasca Kesurupan Massal di SMPN 22 Bandar Lampung, Sekolah Sepi Siswa Dipulangkan Lebih Awal
Pasca kejadian kesurupan massal yang dialami belasan siswa SMPN 22 Bandar Lampung sekolah langsung sepi.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pasca kejadian kesurupan massal yang dialami oleh belasan siswa SMPN 22 Bandar Lampung sekolah langsung sepi, Senin 9 Maret 2020.
Pimpinan sekolah sengaja langsung memulangkan seluruh siswa lebih awal dari jadwal.
Hanya ada dewan guru, bhabinkamtibmas dan Babinsa saja yang ada di sekolah tersebut.
Termasuk orangtua juga datang untuk melihat kejadian kesurupan.
Suasana sekolah sebelum azan zuhur langsung terlihat hening tanpa ada aktifitas keramaian para siswa.
• BREAKING NEWS Belasan Siswa SMPN 22 Bandar Lampung Diduga Alami Kesurupan
• Pemeran Mahasiswi UIN Alauddin yang Tewas Dibunuh Kesurupan, Sebut Nama Pelaku
• Herman HN Beberkan Makna Menara Al-Furqon Setinggi 114 Meter
• Bantah Terima Fee Proyek, Mantan Kabid PUPR Lampung Utara Berkilah Hanya Titipan
Para dewan guru langsung diajak rapat oleh pimpinan sekolah pasca siswa diobati oleh ustadz Jefri yang datang ke sekolah.
Tak lama kemudian aparat yang berjaga juga meninggalkan lokasi kejadian dan suasana sekolah hening tanpa ada aktifitas.
Kepsek hingga Disdikbud Bungkam
Kepala SMPN 22 Bandar Lampung Rita Ningsih enggan memberikan komentar terkait kasus kesurupan massal yang menimpa anak didiknya.
"Jadi saat ini saya tidak usah wawancara dulu, ini juga saya mau rapatkan dulu dengan guru-guru," kata Rita saat ditemui awak media di halaman sekolah, Senin (8/3/2020).
Selain Kepsek, para siswa juga tidak mau memberikan komentar.
Pasalnya para guru melarang siswa melakukan hal itu kepada wartawan.
Sedangkan siswa lainnya disuruh pulang pasca kesurupan.
Sementara Sekretaris Disdikbud Bandar Lampung Eka Afriana meminta awak media untuk tidak memberitakan dari kejadian yang ada di SMPN 22 Bandar Lampung.