Kesurupan Massal di Bandar Lampung
Pasca Kesurupan Massal di SMPN 22 Bandar Lampung, Sekolah Sepi Siswa Dipulangkan Lebih Awal
Pasca kejadian kesurupan massal yang dialami belasan siswa SMPN 22 Bandar Lampung sekolah langsung sepi.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
"Jangan diberitakan ya kejadian ini, kalau mau beritakan tentang persiapan kami dalam menghadapi OSN saja," pintanya.
Lalu saat Tribunlampung meminta penjelasan lebih lanjut kepada pejabat Disdikbud tersebut dirinya enggan berkomentar dan langsung meninggalkan sekolah.
Belasan siswa SMPN 22 Bandar Lampung diduga mengalami kesurupan massal.
Linda salah satu orangtua siswa saat ditemui Tribunlampung di SMPN 22 Bandar Lampung, Senin (8/3/2020) membenarkan informasi tersebut.
"Informasi dari anak saya memang ada yang kesurupan sekitaran belasan anak," kata Linda seraya memberitahukan bahwa sang anak tidak masuk ke dalam siswa yang kesurupan.
Pantauan Tribunlampung.co.id bahwa siswa atas nama Bukhori Hilal sedang ditangani oleh ustadz Jefri di ruang kelas.
Sementara Irna, kakak dari siswa SMPN 22 Bandar Lampung juga mengatakan jika adiknya sempat menelpon pada Jumat (6/3/2020) malam.
Pada saat itu adiknya sedang kemah di sekolah yang merupakan kegiatan sekolah atas pengukuhan ketua OSIS.
"Saya juga kaget kok pas malam itu pukul 22.30 wib adik saya menelpon minta dijemput dan rupanya memang ada yang kesurupan saat malam kemah di sekolah," paparnya.
Pada saat menelpon adiknya itu dirinya mendengar ada suara teriakan histeris dan teriakan dari lingkungan sekolah.
Lalu pada hari ini juga setelah upacara ada lagi yang kesurupan.
Akbar siswa SMPN 22 Bandar Lampung yang mengalami kesurupan mengaku dirinya tidak tahu menahu kenapa bisa mengalami kesurupan.
Awalnya saat acara di sekolahnya dirinya hanya ikut membantu teman-teman yang mengalami kesurupan.
Namun setelah itu Akbar merasa ada bagian tubuhnya yang kurang enak.
"Pada jam 2 malam itu saya langsung kesurupan, sampai hari ini juga ada yang kesurupan dan termasuk saya juga," tukasnya.