Gundah Kopi dan Singkong Masih Impor, Gubernur Arinal Djunaidi Akan Perang Lawan Pengusaha Nakal

Tidak ada komoditas kita yang tidak masuk 10 besar. Kopi nomor satu di Indonesia. Begitu juga singkong nomor satu di dunia. Tapi, kita masih impor.

Tribunlampung.co.id/Bayu
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi didampingi Kadis Kominfo Lampung Achmad Chrisna Putra saat diwawancarai awak media usai rapat teknis pemantapan HUT ke 56 tahun di Balai Kratun Pemprov Lampung, Rabu (26/2/2020). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dengan tegas mengatakan, jika dirinya disuruh memilih antara rakyat dan pengusaha, maka ia pasti memilih rakyat.

Penegasan itu disampaikan Gubernur Arinal dalam acara coffee morning bersama jajaran pimpinan PT Pelindo II, Bea Cukai, dan pelaku usaha di Container Freight Station (CFS) IPC, Pelabuhan Panjang, Kota Bandar Lampung, Senin 9 Maret 2020.

Pilihan antara rakyat dan pengusaha itu terlontar sekaitan dengan masih banyaknya aktivitas impor produk pertanian yang dilakukan oleh pengusaha di Lampung yang dampaknya memukul petani.

"Saat ini penduduk di Lampung  9,7 juta jiwa. Sebagian besar petani. Kita lebih baik ekspor dari pada mengambil keuntungan di tengah kesulitan rakyat," kata Gubernur.

GM Pelindo II Drajat Sulistyo Usulkan Pelabuhan Panjang Menjadi Pelabuhan Lampung, Ini Alasannya

Arinal Terpilih Aklamasi Nakhodai DPD I Golkar Lampung Periode 2020-2025

Arinal menyayangkan, banyak komoditas unggulan Lampung yang masuk 10 besar nasional, seperti kopi dan singkong yang malah nomor 1, tetapi ternyata masih ada pengusaha Lampung yang melakukan impor komoditas tersebut.

“Tidak ada komoditas kita yang tidak masuk 10 besar. Kopi nomor satu di Indonesia. Begitu juga singkong nomor satu di dunia. Tapi, kita masih impor. Luar biasa permainan ini," katanya.

"Saya akan perang dengan pengusaha yang masih nakal melakukan impor. Ini akan saya temukan letak kenakalannya. Untuk apa kita impor dari Vietnam,” ujar Arinal berapi-api, disambut tepuk tangan peserta yang hadir.

Untuk itu, Gubernur Arinal menyampaikan komitmennya meningkatkan ekspor dan melakukan pengendalian impor.

Hal itu juga sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Lampung yaitu “Rakyat Lampung Berjaya. Aman, Berbudaya, Maju, Berdaya Saing, dan Sejahtera”.

Artis Aurel Hermansyah Curhat Masa Lalu Saat Susah, Utang Jutaan Rupiah di Warung Pinggir Jalan

Inilah 5 Fakta Kasus Ririn Ekawati yang Diperiksa Polisi Terkait Kasus Narkoba, Urine Negatif!

Ekonomi 6 Persen

Halaman
123
Penulis: ahmad robi ulzikri
Editor: Andi Asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved