Tribun Bandar Lampung
Gelar Bazar Amal Jual Produk Kaum Difabel, Komunitas Sahabat Difabel Lampung
Komunitas Sahabat Difabel Lampung (Sadila) ingin merubah stigma difabel sering dianggap tidak mampu melakukan aktivitas.
Penulis: Debby Rizky Susilo | Editor: Reny Fitriani
Suri mengatakan, banyak manfaat didapat dalam Sadila
"Selama ikut Sadila dapat kenalan dengan teman-teman difabel. Di sini juga aku belajar karena banyak manfaat yang didapat dari kekeluargaan dan kebersamaan," tuturnya.
Gelar Kelas Isyarat
Mulanya Komunitas Sadila terbentuk dari kegiatan kelas bahasa isyarat yang dilakukan teman-teman tuna rungu dan teman dengar di Universitas Lampung.
Mereka mencetuskan Sadila karena akan mengadakan acara sebagai identitas komunitas.
Founder Sadila yang berjumlah 9 orang memiliki visi yang sama yaitu belajar untuk lebih memahami teman difabel.
Sampai saat ini jumlah anggota Sadila sebanyak 25 orang dan 40 relawan.
Pada awal berdiri, kegiatan Sadila fokus pentas seni yang dilakukan teman difabel.
"Awalnya ada teman difabel yang bisa bernyanyi, berpuisi dan tampil di panggung (sebagai sosialisasi kemampuan dan keterampilan difabel). Sekarang kegiatan Sadila mengutamakan pemberdayaan teman difabel dibidang usaha," jelas Eti.
Kegiatan rutin Sadila adalah kumpul setelah acara CDF dan Bazaar Amal di Taman Gajah.
Ada juga Kelas Isyarat setiap Sabtu di sekretariat di Jalan Tirtayasa Sukabumi tepatnya di kantor Sapta Consultant. Sadila juga kerap membagikan kegiatan di Instagram @sadila_sdl. (Tribunlampung.co.id/Debby Rizky)