Tribun Tulangbawang

Nyambi Jadi Bandar Narkotika, Oknum PNS di Tulangbawang Diamankan Polisi

Satres Narkoba Polres Tulangbawang menangkap oknum PNS yang merangkap jadi bandar sabu.

Dokumentasi Polres
Barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku. Nyambi Jadi Bandar Narkotika, Oknum PNS di Tulangbawang Diamankan Polisi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Satuan Reserse Narkoba Polres Tulangbawang menangkap oknum PNS yang merangkap jadi bandar sabu.

Tersangka berinisial FA alias FR (38), warga Kelurahan Ujung Gunung, Kecamatan Menggala.

Kasat Narkoba AKP Boby Yulfia mewakili Kapolres Tulangbawang AKBP Andy Siswantoro, mengatakan, FA yang berstatus PNS itu ditangkap hari Senin (09/03/2020), sekitar pukul 19.30 WIB.

"Tersangka ditangkap saat sedang berada di rumahnya," terang Boby, Rabu (11/03/2020).

Penangkapan terhadap oknum PNS tersebut, kata Boby, merujuk informasi dari warga yang mengatakan bahwa di rumahnya sering dijadikan tempat untuk melakukan transaksi Narkotika.

Polsek Kedaton Tangkap Pemakai dan Kurir Narkoba, Irvan Ditangkap saat Tengah Isap Sabu

2 Oknum Pegawai Honorer Dishub Lampura Diringkus Polisi, Diduga Nyambi Jadi Bandar Narkoba

Sebelum Meninggal Seusai Tenggak Cairan Pembersih Lantai, Brigadir AK Sempat ke Toilet Sendiri

Polisi Bunuh Diri di Bandar Lampung, Sang Ayah Membantah Sebut Brigadir AK Meninggal karena Sakit

Berbekal informasi tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenarannya.

Setelah dipastikan oknum PNS tersebut sedang berada di rumahnya, petugas langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan.

Hasilnya, selain berhasil menangkap oknum PNS yang nyambi jadi Bandar Narkotika, turut disita barang bukti berupa empat bungkus plastik klip berisi Narkotika jenis sabu dengan berat bruto 1,26 gram, dua buah plastik yang masing-masing berisi beberapa plastik klip kosong, tiga buah pipet yang ujungnya runcing (sendok sabu).

"Juga diamankan timbangan digital merk CHQ HWW warna hitam, handphone (HP) merk Samsung warna hitam dan dompet kecil warna hitam," ungkap Boby.

Saat ini pelaku masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Tulangbawang dan akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 Miliar dan paling banyak Rp. 10 Miliar," tandas Boby. (tribunlampung.co.id/endra zulkarnain)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved